MerahPutih.com - Skuad Borussia Dortmund tidak masalah menerima label underdog saat laga final Liga Champions Eropa melawan Real Madrid di Stadion Wembley Inggris Minggu (2/6) dini hari 02.00 WIB nanti.
Sebaliknya, pelatih Dortmund Edin Terzic meminta anak asuhnya menjadikan label underdog itu pelecut untuk membalas kekecewaan kalah dalam final Liga Champions di Wembely 11 tahun silam.
Saat ini Real Madrid mengincar mahkota Eropa ke-15 mereka di Wembley, sebaliknya laga nanti malam menjadi final ketiga bagi Dortmund yang kini baru memiliki koleksi 1 gelar juara. Terakhir Dortmund melaju ke partai puncak berlangsung di Wembley 2013 silam dan harus mengakui ketangguhan Munchen, rival sesama klub Jerman, kalah 2-1.
“Jika boleh jujur, menurut saya ini bukan babak terindah dalam hidup, tapi menurut saya ini adalah babak paling penting karena menunjukkan kepada Anda bahwa tidak peduli betapa sulitnya untuk berdiri dan maju lagi,” kata Terzic, dikutip dari BolaSkor.com, Sabtu (1/6).
Baca juga:
Prediksi Final Liga Champions Madrid Vs Dortmund: 15+1 Atau 14+2
Dortmund, yang finis kelima di Bundesliga musim ini, memulai kampanye Liga Champions dengan kekalahan dari Paris Saint-Germain dan hasil imbang dengan Milan. Tetapi bangkit kembali dengan dua kemenangan atas Newcastle dan di San Siro untuk memuncaki Grup F.
Setelah mengalahkan PSV Eindhoven di babak 16 besar, mereka menyingkirkan Atletico Madrid sebelum membalas dendam kepada PSG di semifinal. Hasil-hasil tersebut membuat Terzic yakin bahwa timnya bisa membuat kejutan.
“Jika Anda memainkan 10 pertandingan melawan Real Madrid, itu sulit, tetapi jika Anda mencapai final, segalanya mungkin terjadi dalam sepak bola. Ini tentang permainan, bukan tentang kesempatan. Kami memiliki 60 pertandingan untuk mempersiapkan diri menghadapi besok. Jelas mereka difavoritkan tetapi kami tidak peduli. Kami tidak difavoritkan melawan Atletico atau PSG,” ungkapnya.
Meski mengakui pelatih Madrid Carlo Ancelotto sebagai panutan, Terzic menegaskan anak asuhnya tidak mau hanya menjadi penggembira di laga final nanti.
Baca juga:
Borussia Dortmund Bisa Kalahkan Siapa Pun, Termasuk Real Madrid di Final Liga Champions
“Berani dan siap untuk menunjukkan bahwa kami di sini bukan untuk melihat Real Madrid mengangkat trofi, dan kami di sini untuk bertarung melawan mereka,” tandas juru taktik berusia 41 tahun itu.