Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM - BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis, mulai dari teknologi nuklir hingga kecerdasan artifisial (AI), sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya kini tengah fokus mengembangkan teknologi-teknologi maju yang diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.

Terlebih lagi, menurutnya, pengalaman berbagai negara menunjukkan adanya korelasi positif antara kapasitas inovasi, yang diukur melalui Global Innovation Index (GII), dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

Pada 2025, 10 besar peringkat GII didominasi negara-negara maju dengan pendapatan per kapita yang tinggi, seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

“Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).

Baca juga:

Dihadapan Periset BRIN, Presiden Ingin Pimpin Pemerintahan Berdasar Realitas



Oleh karena itu, Arif mengatakan BRIN telah memetakan sejumlah fokus pengembangan teknologi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Pertama, BRIN akan fokus mengembangkan teknologi semikonduktor agar Indonesia tidak lagi bergantung pada cip asing. Kedua, BRIN juga akan menjadikan AI sebagai salah satu prioritas riset untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Terkait dengan teknologi AI, Arif menambahkan BRIN telah mengintegrasikan teknologi tersebut dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu inovasi yang telah dikembangkan yakni Food Guard. Ini merupakan perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng) untuk menjaga kualitas makanan selama proses distribusi.

BRIN, lanjutnya, juga telah mengembangkan berbagai inovasi yang mencakup seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga sistem pemantauan berbasis AI. "BRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI," ungkapnya.

Ketiga, BRIN juga akan fokus mengembangkan teknologi genomik agar Indonesia mampu menghasilkan benih, obat, dan bioindustri secara mandiri. Keempat, BRIN akan mengembangkan teknologi kuantum untuk mendukung keamanan dan komputasi masa depan.

Di samping itu, ia menjelaskan BRIN juga berfokus pada pengembangan dua bidang teknologi lainnya, yakni teknologi nuklir dan antariksa, sebagai pengungkit kedaulatan di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah. Khusus di bidang teknologi nuklir, Arif mengatakan BRIN akan fokus membangun ekosistem nuklir nasional secara holistik agar Indonesia memiliki kemandirian ketika mulai memanfaatkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

“Kami berupaya menguasai seluruh rantai teknologi, mulai dari penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah," katanya.

"BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi," tutup Arif.(Pon)

Baca juga:

BRIN Buat Sepatu Karet Lokal untuk Sekolah Rakyat, Harga Mulai Rp 75 Ribu















Baca Artikel Asli