BPBD Lebak Imbau Warga Waspadai Ancaman Longsor

Sabtu, 14 Oktober 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meminta warga mewaspadai ancaman longsoran tanah semenjak memasuki musim hujan di daerah itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, peringatan kewaspadaan longsor untuk meminimalisasi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

"Sebab, saat ini curah hujan meningkat. Bahkan Rabu (11/10) empat rumah dan satu masjid di Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan rusak berat akibat diterjang longsor. Beruntung, bencana alam tersebut tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kaprawi di Lebak, Banten, Jumat (13/10).

Meski demikian, ancaman longsor tentu akan membayangi masyarakat yang tinggal di 17 kecamatan karena lokasi perbukitan dan pegunungan dan daerah aliran sungai (DAS).

Adapun 17 kecamatan itu adalah Lebak Gedong, Cibeber, Cipanas, Muncang, Cirinte Gunungkencana, Panggarangan, dan Sobang. Begitu juga Kecamatan Cilograng, Bayah, Muncang, Cibadak, Bojongmanik, Cimarga, Rangkasbitung, Leuwidamar, dan Cihara.

"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan longsor dapat meningkatkan waspada saat hujan berlangsung," kata dia.

Kaprawi menjelaskan, pihak mereka kini berkoordinasi dengan TNI, Polri, PMI, dinkes, kecamatan, relawan, dan desa untuk mengatasi longsor itu.

Selain itu, juga mempersiapkan peralatan evakuasi dan logistik guna menyelamatkan masyarakat jika sewaktu-waktu bencana alam.

Penanganan pascabencana alam itu tentu harus bergerak cepat untuk menanggulangi masalah agar tidak banyak menimbulkan korban jiwa.

"Kami mengoptimalkan kesiapsiagaan dengan memberlakukan piket selama 24 jam yang melibatkan relawan dan petugas BPBD," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan