Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Detik-Detik Mengerikan Bobotoh Tewas Dibacok Usai Menonton Persib di Stadion Pakansari

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 47 menit lalu

Merahputih.com - Tragedi kelam Bobotoh tewas dibacok kembali mencoreng dunia sepak bola nasional setelah ARK (16), seorang suporter Persib, meregang nyawa bersimbah darah di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 51 pada Minggu (25/10).

Insiden pembacokan suporter Persib ini terjadi tepat di depan Mall Q-Care saat ARK sedang dalam perjalanan pulang usai menyaksikan laga sengit Garudayaksa FC vs Persib di Stadion Pakansari, Cibinong.

Baca juga:

Akhir Pelarian FR si Pelaku Pembacokan Bobotoh Persib, Ditangkap Tak Jauh dari Stadion Pakansari

Polres Bogor akhirnya buka suara soal update kasus ARK Bogor yang bikin geger publik ini. Kronologi tragedi jalan raya Bogor ini bermula ketika ARK dan temannya melaju santai dengan sepeda motor, namun nahas mereka berpapasan dengan pelaku pembacokan Bobotoh berinisial MR yang sudah menyiapkan senjata tajam jenis celurit.

Sabetan fatal tersebut bersarang di punggung ARK, menyisakan duka mendalam sekaligus memicu gerak cepat kepolisian untuk memburu pelaku.


Detik-Detik Mencekam di Balik Tragedi

Insiden tragis ini berlangsung sangat cepat dan brutal. Pihak kepolisian langsung merangkai kepingan kejadian berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polres Bogor, Iptu Sigit Wahyudi, membeberkan runtutan peristiwa memilukan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya melintas menggunakan sepeda motor di sekitar lokasi kejadian,

kata Iptu Sigit.

Setelah melancarkan tebasan mematikan itu, pelaku langsung berusaha menghilangkan jejak.

"Setelah melakukan aksinya, tersangka membuang celurit ke selokan. Korban kemudian terjatuh dan ditemukan tergeletak di tengah jalan oleh rekannya," tutur Sigit.


Pelaku MR Diringkus di Karadenan Tanpa Perlawanan

Pelaku

Menolak tinggal diam melihat aksi keji yang merenggut nyawa ARK, Satreskrim Polres Bogor langsung tancap gas. Berbekal pengumpulan bukti di lapangan dan informasi warga, Polisi sukses mengendus persembunyian MR.

Dalam kurun waktu kurang dari 1x24 jam, pelarian MR harus terhenti di wilayah Kaum Pandak, Karadenan, Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras petugas, informasi dari masyarakat, serta didukung dengan bukti-bukti lainnya, dalam waktu kurang dari 1 kali 24 jam sejak kejadian, tersangka berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Bogor, yaitu di Kaum Pandak, Karadenan, Kabupaten Bogor," jelas Sigit.

Saat ini, MR sudah digelandang ke Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan maraton yang melibatkan tim gabungan dari Satreskrim, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan PPO.

Petugas juga telah mengamankan barang bukti krusial, yakni satu bilah celurit yang digunakan pelaku dan pakaian milik korban.


Ancaman Hukuman Berat dan Peringatan untuk Orang Tua

Tindakan brutal MR dipastikan tidak akan lolos dari jerat hukum yang berat. Kepolisian menerapkan pasal berlapis yang siap menjebloskan tersangka ke balik jeruji besi untuk waktu yang sangat lama.

  • Pasal yang Disangkakan: Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

  • Ancaman Hukuman: Pidana penjara maksimal hingga 15 tahun.

Lebih jauh, pihak kepolisian menjadikan kasus berdarah ini sebagai alarm keras bagi masyarakat. Kejahatan jalanan yang melibatkan anak di bawah umur sudah berada di titik yang sangat meresahkan.

"Kami menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius, terlebih karena melibatkan anak di bawah umur dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," tegas Sigit.

Baca juga:

Pembacok Bobotoh Muda ARK Buang Celurit di Jalan, Sembunyi 4 KM dari TKP

Polres Bogor mengimbau para orang tua agar lebih ekstra dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.

Membangun komunikasi yang hangat serta menanamkan rasa tanggung jawab diklaim bisa mencegah remaja terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan dan geng jalanan.

Pihak kepolisian pun memastikan bahwa kasus ini akan dikawal dengan profesional dan seobjektif mungkin hingga tuntas di meja hijau.

Baca Artikel Asli