Merahputih.com - Mariano Peralta akhirnya membuka keran golnya bersama Persib Bandung di Super League 2026/2027. Penyerang Maung Bandung itu mencetak satu gol saat timnya mengalahkan Garudayaksa dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/10).
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Peralta setelah melewati sejumlah pertandingan tanpa mencatatkan namanya di papan skor kompetisi domestik.
Baca juga:
Persib Bandung Dihadapkan Jadwal Neraka, Igor Tolic Akui Fisik dan Mental Terkuras
Meski demikian, pelatih Persib, Igor Tolic, mengaku tidak pernah meragukan kualitas pemain tersebut.
Penjelasan Igor Tolic

Mariano Peralta. (persib.co.id)
Menurut Tolic, Peralta memiliki kemampuan untuk menjadi pembeda di lapangan. Namun, ketatnya pertahanan lawan di Super League membuat pemain asal Argentina itu tidak selalu leluasa mendapatkan peluang.
Tolic menilai pertandingan di AFC Champions League Two (ACL 2) memiliki karakter berbeda. Persib cenderung menemukan ruang lebih terbuka, sedangkan tim-tim di kompetisi domestik kerap menerapkan tekanan tinggi atau bertahan dengan blok rendah (low block).
Peralta adalah pemain yang memiliki seluruh kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi pemain pembeda. Pertandingan di ACL 2 sedikit berbeda, ada lebih banyak ruang kosong saat melawan kami. Sedangkan di liga domestik, tim-tim lawan bermain dengan high pressing atau low block,
ujar Tolic.
Tantangan Peralta di Super League
Baca juga:
Jadi Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa, Adam Alis: Tidaklah Penting
Tolic menjelaskan, menghadapi pertahanan rapat membutuhkan kreativitas dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Dalam ruang yang sempit, pemain harus mampu memanfaatkan peluang dalam waktu singkat.
Situasi menjadi lebih sulit ketika kondisi fisik dan mental mulai terkuras. Menurut Tolic, kelelahan bisa membuat pemain kehilangan momentum untuk mengeksekusi peluang dengan tepat.
Ketika lawan menerapkan low block, kami dituntut melakukan sesuatu yang luar biasa di ruang yang sangat sempit. Jika lelah, baik secara fisik maupun mental, kami akan kehilangan sepersekian detik untuk melakukan apa yang diinginkan,
katanya.
Ia menegaskan, belum terciptanya gol dalam pertandingan sebelumnya bukan berarti Peralta kehilangan kualitasnya. Peluang yang belum berbuah gol juga dipengaruhi oleh kondisi lawan dan rapatnya organisasi pertahanan mereka.
Baca juga:
Dedi Kusnandar Ungkap Arti Penting Kemenangan Persib atas Garudayaksa
“Itu bukan berarti dia pemain yang buruk, itu hanya berarti upayanya belum berhasil karena lawan masih bugar,” sambung Tolic.
Gol ke gawang Garudayaksa diharapkan menjadi titik awal bagi Peralta untuk tampil lebih tajam bersama Persib.