Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Bima Arya Sugiarto Bakal Akhiri 10 Tahun Pimpin Kota Bogor

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 April 2024

MerahPutih.com - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto akan mengakhiri masa kepemimpinanya. Rencananya, ia akan melaksanakan serah terima jabatan pada Sabtu, 20 April 2024 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Paling tidak, ada tiga nama yang telah diajukan oleh DPRD Kota Bogor yakni Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah, Kepala Rumah Tangga Istana Presiden Bogor Sekretariat Presiden Erwin Wicaksono, dan Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang juga Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Suharto.

Baca juga:

Perbaikan Tol Bocimi Segera Rampung, Arus Balik dari Sukabumi ke Bogor Makin Lancar

Ia mengaku siap berkoordinasi dengan Penjabat (Pj) wali kota, untuk menitipkan catatan dan hal yang harus dijaga.

"Ya nanti begitu ada nama definitif saya sampaikan. Saya siap untuk langsung koordinasi, menitipkan catatan-catatan tadi dan hal-hal yang perlu dijaga," kata Bina

Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan menjadi Pj Wali Kota Bogor menggantikan dirinya.

"Belum ada. Saya kontak Pak Pj Gubernur Jawa Barat, belum. Saya juga komunikasi dengan Pak Mendagri belum ada namanya. Mudah-mudahan maksimal hari Jumat sudah tahu," katanya.

Bima menyebut, hal yang paling utama untuk dititipkan ke Pj Wali Kota Bogor ialah meminta agar Masjid Agung yang baru diresmikan pada 28 Maret 2024 ini untuk menjadi pusat peradaban.

"Ya nomor satu saya ingin titip Masjid Agung. Masjid ini harus makmur, harus betul-betul berfungsi jadi pusat peradaban, harus berfungsi semua, bermanfaat untuk semua, tidak hanya untuk satu dua kelompok," ungkapnya.

Ia menyampaikan, 10 tahun kepemimpinannya ini pemerintahan di Kota Bogor bukan hanya berjalan, tapi menjadi cemerlang karena peran dari banyak pihak.

"Itu bukan faktor tunggal. Melainkan ada peran luar biasa dari legislatif di situ, yang berperan sangat maksimal dalam pengawasan, penganggaran, dan juga penyusunan perundang-undangan. Kami merasa dikawal betul, bukan saja didukung, tetapi juga dikritisi," kata Bima.

Namun, ia mengaku masih banyak hal-hal yang belum selesai. Sehingga Bima menitupkannya ke pemerintahan atau wali kota berikutnya.

"Ada persoalan transportasi harus terus berlanjut, pengelolaan sampah, Terminal Baranangsiang, Terminal Bubulak, penataan PKL di kawasan Suryakencana, Pasar Bogor dan lainnya yang harus terus dilanjutkan. Itu catatan-catatan yang kami akui menjadi PR,” jelasnya.

Baca juga:

Sumbang Penumpang Terbanyak H-1, KRL Bogor Terakhir Malam Takbiran 23.50 WIB

Baca Artikel Asli