MerahPutih.com - Intensitas hujan yang cukup lebat sejak Minggu (4/2) lalu di wilayah Puncak mengakibatkan Bendungan Katulampa berstatus Siaga I. Imbasnya di Ibu Kota Jakarta dikepung banjir karena mendapatkan kiriman air dalam volume besar dari Bogor.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sedikitnya ada 140 RT dan 48 RW di Jakarta terendam banjir akibat tanggul di aliran Sungai Ciliwung tak lagi mampu menahan derasnya air kiriman tersebut.
"Kalau bicara tentang efek dari kejadian ini ada totalnya di Jakarta ada 140 RT dan 48 RW yang terimbas langsung (terendam banjir)," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).
Anies menuturkan, akibat dari banjir hampir dipastkan dua wilayah administrasi di Ibu Kota lumpuh, yaitu Jakarta timur dan Jakarta Selatan. Jumlah pengungsi dari kedua wilayah itu amat fantastis, yakni mencapai 6.532 jiwa.
"Di Jaktim dan Jaksel, paling banyak di Jaksel 3.900 jiwa, Jaktim 2.632 jiwa," jelasnya.
Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun menjelaskan karena rumah mereka sudah tertutupi oleh luapan air kali, maka masyarakat terpaksa meninggalkan kediamannya. Sehingga, warga harus mengungsi ke tempat pengungsian yang sekiranya aman dari banjir.
Lebih lanjut Anies menuturkan, pihaknya memastikan kalau asupan kebutuhan pokok para pengungsi sudah dipenuhi oleh Pemprov DKI. Dari mulai makanan hingga kebutuhan tidur mereka sudah terpenuhi secara layak.
"Sampai dengan tadi malam posisinya tersuplai dengan baik pagi ini juga begitu, semua siap," pungkasnya. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Awal 2018, Banjir Kembali Rendam Ibukota