Merahputih.com - Pasangan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil menghentak dunia. Ya, Leo/Indah baru saja memenangkan kejuaraan bulutangkis dunia tingkat junior yang diselenggarakan di Markhan Pan Am Venue, Ontario, Kanada, Minggu (18/11).
Di laga pamungkas, Leo/Indah mengkandaskan mimpi pasangan senegaranya, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dua gim langsung, 21-15, 21-9.
Sebelum seperti sekarang ini, Leo Carnando Rolly punya cerita unik. Ternyata, Leo sudah bermimpi menjadi atlet bulu tangkis sejak usia dini terinspirasi dari sang kakak.
"Saya kan sudah dari usia dua tahun bermain bulutangkis. Kakak saya juga sering main di Sirnas (Sirkuit Nasional—kejuaraan bulutangkis tingkat nasional). Nah gara-gara dia (saya ikut jadi atlet)," ungkap Leo dikutip bolaskor.com, selasa (27/11).
Bahkan, Leo tidak pernah melepas cita-citanya saat tidur. Pebulutangkis berusia 16 tahun itu selalu membawa raket saat beranjak ke peraduan.
Perjalanan Leo menjadi pebulu tangkis profesional juga tidak mudah. Ia sempat gagal mengikuti audisi PB Djarum sebanyak lima kali.
"Dari umur dua tahun saya suka tidur dengan raket. Asyik saja tidur dengan raket. Kalau dulu, sebelum tidur saya suka memainkan raket dan shuttlecock," sambungnya.
Menurut Leo, tak ada faktor spesial yang membuatnya bisa menjadi juara dunia bersama Indah. Akan tetapi, Leo tak menampik jika memiliki banyak kesamaan dengan Indah.
"Kalau di lapangan tidak gimana-gimana sih, enak saja bisa diajak ngobrol baik-baik. Jadi tukar pikiran saat main," ujar Leo. (*/bolaskor.com)