Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Belajar Tatap Muka, DKI Jakarta Bakal Mengacu Berbagai Indikator Penurunan COVID-19

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Maret 2021

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan soal rencana pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Meski Bogor dan Banten sudah ancang-ancang untuk membuka kembali proses belajar mengajar di sekolah.

"Persiapan sekolah tatap muka terus. Di Jakarta, Dinas Pendidikan terus melakukan evaluasi. Terkait dimungkinkan dibukanya (sekolah saat) tahun ajaran baru, belum sejauh ini," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (15/3) malam.

Baca Juga:

Guru Mulai Divaksin, Belajar Tatap Muka Diharap Dimulai Semester 2

Riza mengakui, bila semua wilayah ibu kota sudah keluar dari zona merah atau daerah dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi. Namun, hal itu tidak serta merta DKI melonggarkan semua pembatasan, khususnya pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Politikus senior Gerindra ini mengatakan, terkait pembukaan sekolah di Jakarta akan diputuskan ketika hasil kajian telah selesai. Jika sudah rampung dibahas pasti akan diumumkan ke publik.

"Itu melibatkan para pakar, forkopinda, Satgas Pusat, asosiasi, masyarakat juga. Terkait juga sekolah tatap muka, semuanya kita diskusikan dan kita bahas," ungkap dia.

Menurut Riza, ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi ketika menerapkan pembelajaran tatap muka. Pertama, tingkat penularan COVID-19. Kemudian, pertimbangan saran dari ahli epidemiologi. Selain itu juga perlu persetujuan dari para orang tua siswa.

"Komitmen dan kemauan orang tua menjadi penting. Sekalipun kami membolehkan, tapi kalau orang tua tidak berkenan, kan tidak jadi. Tidak bisa sepihak. Kami juga harus perhatikan kekhawatiran orang tua terhadap anak-anaknya," urai Riza.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara)

Kalaupun nanti dimungkinkan pembukaan sekolah, proses tersebut ada tahapannya. Dimulai dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi dahulu.

"Umpamanya kampus dulu, kemudian SMA, SMK, SMEA. Jadi, tahapan mulai dari yang paling senior," lanjutnya.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berniat mengaktifkan kembali sekolah tatap muka pada bulan Juli.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka tersebut ditargetkan setelah vaksinasi COVID-19 bagi guru yang selesai pada Juni. (Asp)

Baca Juga:

Mayoritas Orang Tua Murid di Jakarta Setuju Belajar Tatap Muka

Baca Artikel Asli