MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres( Nomor 25 Tahun 2024, dalam rangka percepatan persiapan, pembangunan, pemindahan, serta pengembangan Ibu Kota Nusantara, dengan membentuk Satgas Percepatan Investasi di IKN berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden RI.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, terdapat sekitar 60 investor yang dalam proses di Satuan Tugas atau Satgas Percepatan Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan dua di antaranya merupakan investor dari luar negeri.
"Dari sekitar 220 investor tersebut, terdapat 45 investor yang kemarin sudah melakukan groundbreaking. Sekarang sisanya, nanti siang saya akan undang lagi yang sudah dievaluasi, yang sedang proses itu ada sekitar 60-an investor, ini akan kita coba percepat lagi," ujar Basuki di Jakarta, Kamis (8/8).
Ia mengungkapkan, ada dua investor dari luar negeri yakni dari China dan Jepang di antara 60 investor tersebut.
Baca juga:
Pola Pengamanan dan Transportasi Tamu Negara Saat Hadiri Upacara HUT RI di IKN
"Ada dua dari luar negeri, dari Jepang dan satunya lagi dari China," katanya.
Investor dari Jepang dan China tersebut akan fokus untuk masuk di sektor properti IKN.
"Fokusnya sektor properti, jadi bukan hanya perumahan, ada hotel, ada kantor," kata Basuki.
Basuki menyampaikan, terkait dengan tugasnya dalam Satgas Percepatan Investasi di IKN tersebut dirinya hanya melanjutkan.
Baca juga:
Satgas Investasi IKN Hanya Bakal Dorong MoU Jadi Realisasi Investasi
"Supaya Ketua Satgas Percepatan Investasi di IKN yakni Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bapak Bahlil Lahadalia membantu untuk mempercepat. (Satgas) itu sudah lama, karena dulu Otorita IKN minta ada satgas-satgas, yang jadi ini yang Satgas untuk percepatan investasi di IKN," katanya.