Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Banyak Wartawan Hidupnya Jauh dari Sejahtera, Sejumlah Lembaga Jurnalis Peringati May Day

Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Mei 2019

MerahPutih.com - Sejumlah lembaga jurnalis melakukan aksi demo Hari Buruh Internasional di Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (1/4). Mereka memperingati May Day karena jurnalis merupakan buruh.

Aksi demo jurnalis tersebut diikuti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pers, AJI Jakarta, Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Serikat Pekerja Lintas Media Jakarta, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), UKM Jurnalistik MATA Media Komunikasi Nusantara, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Ekonomi,

Dalam aksi demonstrasi itu terlihat beberapa spanduk dengan ukuran cukup besar yang bertulisjan ‘STOP KEKERASAN TERHADAP JURNALIS’, dan ‘Jurnalis Juga Buruh’.

Terlihat juga, beberapa poster yang berisikan bermacam-macam tulisan, seperti ‘Nulis Kritis Malah Kena Bogem’, 'Nulis Berita Malah Dipidana, dan 'Kritik Jokowi Diserang Cebong Kritik Prabowo Diserang Kampret'.

may day
Salah satu poster yang dibawa jurnalis saat mengikuti May Day (MP/Asropih)

Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan mengatakan dalam aksi demo May Day ini pihaknya menggaungka dua isu yakni mengenai kesehahteraan dan keselamatan untuk jurnalis.

"Karena kita tahu bahwa masih banyak wartawan-wartawan banyak hidupnya jauh dari sejahtera, bahkan tidak memenuhi standar, Banyak di daerah-daerah yang gajinya di bawah UMR, terutama wartawan yang statusnya kontributor. Mereka yang digaji perberita dan pada dasarnya tidak mendapatkan asuransi," Abdul di Jakarta Pusat, Rabu (1/5).

Kemudian terkait keselamatan, lanjut Abdul, AJI menyoroti soal kekerasan yang didapatkan para awak media ketika melakukan bertugas meliput. Tak hanya secara fisik, non-fisik pun menjadi kendala yang dihadapi oleh jurnalis.

"Banyak pemukulan terhadap wartawan. 64 kasus kekerasan pada 2018, itu masih tergolong besar. Dan belum lagi kekerasan yang sifatnya non fisik, bullying di media sosial, terutama tahun kemarin," ungkapnya. (Asp)

Baca Artikel Asli