Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Banyak Kecurangan, Marga Pasaribu Siap Bantu Pemilu Jujur

Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Februari 2024

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Punguan Pomparan Raja Pasaribu se-Indonesia (PPRI), Sahat P Pasaribu angkat bicara soal maraknya kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024.

Dikatakan Sahat, kecurangan tersebut mengindikasikan gelaran Pemilu 2024 dilaksanakan dengan tidak sehat. Oleh karenanya, Sahat menegaskan pihaknya siap mengawal proses berjalannya pemilu yang jujur.

Baca juga:

Penetapan Gibran sebagai Cawapres Dinilai Cacat Hukum Buntut Putusan DKPP

"Kami, anggota Marga Pasaribu siap untuk membantu proses pesta demokrasi agar tetap Jujur, Adil dan memenuhi kebutuhan rakyat," kata Sahat saat pelantikan pengurus DPW PPRI Jakarta Raya di kawasan, Cawang Jakarta Timur, Minggu (4/2).

PPRI akan mengawasi secara ketat segala tahapan yang berlangsung, dengan tujuan agar pemilu bisa menghasilkan pemimpin yang memang merupakan pilihan rakyat.

"Kami menginginkan pasangan calon terpilih nanti adalah paslon yang benar-benar pilihan rakyat dan bersama dengan rakyat, bukan hasil dari kecurangan para pemilik kepentingan yang hari-hari ini semakin vulgar mempertontonkan ketidakadilan dan kerusakan demokrasi," tutur dia.

Baca juga:

Survei JRC Sebut Elektabilitas Prabowo-Gibran Capai 52,4 persen

Setidaknya, ada 3 poin kecurangan yang menjadi perhatian penting bagi PPRI. Pertama, adanya indikasi kecurangan yang terjadi di sejumlah daerah baik di Sumatera Utara maupun daerah lain di Indonesia yang mengakibatkan dirugikannya pasangan calon atas tindakan-tindakan tersebut.

"Bahwa di Sumatera Utara sendiri, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah menyampaikan terdapat 347 pelanggaran pemilu dan ini merupakan pelanggaran terbanyak se-Indonesia," kata Sahat.

Pelanggaran itu terdiri dari dari kode etik penyelenggara, administrasi hingga tindak pidana. Dia juga menduga adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan terhadap pasangan calon tertentu di wilayah Sumatera Utara dan wilayah lain sehingga menimbulkan ketidakadilan dalam berkompetisi.

Baca juga:

DKPP Putuskan Ketua KPU Langgar Kode Etik, TKN: Tidak Pengaruhi Pencalonan Gibran

"Gejolak keresahan dari bawah juga kami rasakan mendekati hari pencoblosan dan kami tidak ingin hal ini semakin membesar dan terjadi konflik di kemudian hari," sambungnya.

Ketiga, PPRI berharap penyelenggara pemilu beserta dengan seluruh elemen masyarakat serta mendorong seluruh anggota PPRI untuk berpartisipasi dan menjaga Pemilu 2024 terlaksana secara adil. (Pon)

Baca Artikel Asli