Banjir Kabupaten Tangerang Kian Parah, 24 dari 29 Kecamatan Terendam
Rabu, 14 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten telah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang meluas hingga 24 kecamatan sejak Minggu (11/1) hingga hari ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bencana banjir yang melanda wilayah tersebut kini meluas hingga 24 kecamatan dari total 29 kecamatan.
"Sekarang sudah mencapai sekitar 20-24 kecamatan. Namun, di setiap kecamatan tidak semua desa terdampak. Ada yang satu desa, ada yang dua desa, ada yang tiga desa," kata Kepala BPBD Ahmad Taufik di Tangerang, Rabu (14/2).
Baca juga:
Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir
Banjir Diperparah Luapan Sungai Cidurian
Ahmad Taufik menambahkan banjir telah berdampak pada sedikitnya 10 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 45–50 ribu jiwa. Meski beberapa titik banjir mulai berangsur surut, sejumlah permukiman di bantaran Sungai Cidurian masih terendam.
“Yang surut juga banyak, berangsur-angsur surut, tapi juga ada yang karena limpahan air Sungai Cidurian, sehingga terdampak ke masyarakat,” tuturnya, dikutip Antara.
Saat ini, Pemkab Tangerang telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan bencana. Langkah awal yang akan dilakukan meliputi pembangunan pompa air, normalisasi saluran, dan pembukaan pintu air.
Baca juga:
Warga Taman Cikande Tangerang Dikepung Banjir 2 Meter, Butuh Logistik & Obat-obatan
Ketinggian Banjir Sampai 2 Meter
Di Kecamatan Kresek, tepatnya di Pasir Ampo, tercatat 144 KK dari 132 rumah masih terendam. Ketinggian air bervariasi antara 60–80 sentimeter, dengan titik terparah mencapai 2 meter.
"Tetapi, untuk data titik banjir nanti kita secara khusus, kita akan rekap, karena belum semuanya masuk," tandas orang nomor satu di BPBD Pemkab Tangerang itu. (*)