Banjir Berulang di Jakarta, Prabowo Minta Penanganan Terintegrasi Hulu-Hilir
Kamis, 22 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya menarik perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Di tengah kunjungan kerja (kunker) ke Swiss, Prabowo terus memantau dampak dan upaya penanganan banjir yang kembali terjadi di Ibu Kota.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Kamis (22/1) tercatat 45 Rukun Tetangga (RT) dan 22 ruas jalan di Jakarta terdampak banjir. Jumlah titik genangan tersebut terus bertambah seiring tingginya intensitas hujan.
Presiden Prabowo pun memerintahkan jajarannya untuk membentuk tim kajian khusus guna menuntaskan persoalan banjir yang kerap berulang, terutama di Pulau Jawa.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa arahan tersebut diberikan langsung oleh Presiden untuk menyusun desain besar penanganan banjir yang bersifat menyeluruh.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk membuat tim kajian guna menyusun desain besar penanganan permasalahan banjir, khususnya di Pulau Jawa,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Prasetyo, banjir merupakan persoalan yang terus berulang setiap tahun dan membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.
“Kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya,” katanya.
Baca juga:
Update Banjir Jakarta: 45 RT dan 22 Ruas Jalan Tergenang Air
Prasetyo menjelaskan, ke depan penanganan banjir akan dilakukan secara lebih terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan melibatkan berbagai sektor terkait. Pendekatan ini dinilai penting agar solusi yang dihasilkan bersifat jangka panjang.
Ia juga menegaskan bahwa curah hujan tinggi pada Januari bukan satu-satunya faktor penyebab banjir. Terdapat sejumlah faktor lain yang turut berkontribusi, seperti perubahan tata ruang, alih fungsi lahan, serta pendangkalan daerah aliran sungai (DAS).
“Curah hujan bukan satu-satunya faktor. Ada faktor lain seperti perubahan tata ruang dan pendangkalan daerah aliran sungai yang sangat berpengaruh,” ujarnya.
Baca juga:
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Dalam arahan Presiden, kata Prasetyo, penanganan banjir juga akan dikaitkan dengan peran Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, yang selama ini dikenal melalui persiapan proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa.
“Perhatian Bapak Presiden bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir, termasuk dengan tim Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa yang sedang mempersiapkan proyek giant sea wall,” ucapnya.
Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari solusi terpadu untuk mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah padat penduduk di Pulau Jawa. (Knu)