MerahPutih Nasional- Permasalahan utama selain kemacetan di Jakarta adalah banjir. Setiap kali musim hujan, sebagian wilayah DKI Jakarta kerap tergenang banjir.
Kendati demikian, pada musim hujan 2014-2015, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pastikan wilayahnya akan aman dari banjir. Hanya saja, daerah yang letak geografisnya cekung, tetap akan mengalami genangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan berdasarkan hasil kordinasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pihaknya memastikan pada periode musim hujan 2014-2015, status banjir di Jakarta tidak perlu dinaikkan menjadi siaga satu. Sebab, selain curah hujan yang tidak terlalu ekstrim, Pemprov DKI juga sudah menangani sejumlah pengendalian, seperti normalisasi kali dan penambahan pintu air Manggarai serta Karet.
"Sampai 2015 kami pastikan banjir di Jakarta masih aman," kata Saefullah di Jakarta, Minggu (7/12/2014).
Saefullah menjelaskan, meski sudah memastikan aman, ditambah siklus musim banjir yang bukan musim banjir lima tahunan, pihaknya tetap khawatir ketika aliran air dari hulu atau Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat tinggi dan air rob yang berasal dari laut datang bersamaan. Sehingga musibah banjir tidak bisa ditanggulangi dengan baik.
Untuk itu, kata Saefulloh, pihaknya tetap akan menyiapkan segalanya, mulai dari kesiapan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI hingga kordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 153 Tahun 2014 tentang antisipasi bencana banjir dan angin puting beliung di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami siap," ujarnya.
Selain itu, Saefulloh menegaskan jika sejumlah daerah cekungan seperti di Petamburan, Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Mampang dan Tebet, Jakarta Selatan, dan sebagainya akan tetap tergenang. Terlebih saat puncak musim hujan datang pada minggu ke 3 Januari.
"Solusi untuk genangan itu memperbanyak tali-tali air dan pintu air serta pompa diperbanyak," ungkapnya.