Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Bangganya, Iim Fahima, Pendiri Queenrides, Terpilih sebagai Young World Changer di World Economic Forum

Dwi Astarini - Minggu, 27 Januari 2019

NAMA Indonesia kembali diharumkan anak bangsa di kancah internasional. Kali ini di ajang World Economic Forum. Iim Fahima, pendiri komunitas @queen_rides, masuk menjadi salah satu dari sembilan Young World Changer di World Economic Forum (WEF).

1. Terpilih di Forum para Pemimpin Muda

iim fahima
Iim Fahima terpilih sebagai salah seorang Young World Changer. (foto: Instgram @iim_fahima)


Nama Iim terpilih bersama para pemimpin muda pengubah dunia lainnya, yaitu Daniella Ballou-Aares dari Amerika, Ernest Darkoh dari Afika Selatan, Mohammed Hassan Mohamud dari Kenya, Toby Norman dari Inggris, Kennedy Odede dari Kenya, Debbie Aung Din Taylor dari Myanmar, Hicham Sabir dari Amerika, dan Alexandra Winkler Osorio dari Venezuela.

Hal itu mengantarkannya untuk menghadiri WEF Annual Meeting 2019 di Davos, Swiss, 22-25 Januari 2019. Lebih dari 3.000 pemimpin dari berbagai belahan dunia hadir di ajang tersebut.

Kanselir Jerman Angela Merkel dijadwalkan hadir dalam WEF. Di hari pertama, Iim berbincang dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Profesor Klaus Schwab, pendiri WEF yang juga merupakan ekonom Jerman, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara.

WEF merupakan tempat kumpul bagi para pemimpin muda, pejuang demokrasi hingga pendidik. Di ajang itu, mereka berbagi ide dan menemukan cara baru untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

2. Gagasan Dunia yang Lebih Baik

iim fahima, queen rides
Lewat Queenrides, kampanyekan keselamatan berkendara bagi perempuan. (foto: Instagram @queen_rides)


Di ajang itu, menurut Iim, gagasan tentang dunia yang lebih baik disampaikan. Kata Iim, dunia yang lebih baik ialah ketika semua orang mendappat kesempatan dan fasilitas, seperti kesehatan, sanitasi, dan pendidikan, yang sama bagi setiap orang.

Selain itu, ia mengatakan bahwa dunia yang lebih baik diharapkan baik dan bersahabat bagi kelompok yang lemah, disabilitas, perempuan, anak-anak, dan kelompok yang terpinggirkan. "Mereka mendapatkan kesempatan yang sama," ujarnya di Davos, seperti rilis yang diterima Merahputih.com.
Iim menyampaikan kabar dari Davos, Swiss, Selasa (22/1).


3. Komunitas Queenrides bagi Pengendara Perempuan

iim fahima
Iim Fahima berbicara di ajang World Economic Forum bersama pemimpin kelas dunia. (foto: Instagram @iim_fahima)

Hal itu seiring dengan keputusannya mendirikan Queenrides pada 2016. Pendirian itu memang berangkat dari angka kecelakaan perempuan yang begitu tinggi.

Meskipun demikian, belum adanya satu institusi di dunia yang memberikan perhatian khusus bagi pengendara perempuan. Hal itu disebabkan industri otomotif maupun transportasi merupakan industri yang sangat maskulin.

Di World Economic Forum di Davos, Iim berbicara tentang masa depan transportasi dunia dan industri otomotif di era Revolusi Industri IV. "Dimana tren dunia saat ini berbicara tentang autonomous vehicle, mobil otonom, atau driverless car. Nah, yang akan dibicarakan di sini ialah aspek-aspek apa yang harus dipenuhi mobil otonom agar bisa diaplikasikan di masyakakat," jelasnya.

Iim juga sudah memprediksi adanya tantangan dari sisi keamanan bisa masuk ke negara-negara yang masih berkembang. "Artinya di negara-negara berkembang kan infrastrukturnya masih belum tertata dengan baik. Hal itu hal-hal yang akan saya sampaikan di WEF bersama para pakar otomotif dunia," ujar Iim.

Selain tampil bersama para pemimpin dunia, Iim juga akan bertemu pakar otomotif dan transportasi internasional. Grup perusahaan teknologi digital reality asal Indonesia yang berskala global, WIR Group, juga hadir dalam kesempatan yang sama untuk mendampingi tim BKPM dan beberapa Kementerian terkait dalam rangkaian acara WEF.

Tentu saja Iim juga memberikan dukungan untuk mereka yang pada saat ini sedang unjuk gigi di Indonesia Pavilion pada 22-25 Januari 2019. Mereka dengan percaya diri membawa nama Indonesia mempertunjukkan dan memukau para peserta WEF dengan teknologi Digital Reality yang diciptakan oleh WIR Group.(*)

Baca Artikel Asli