Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Bahaya Mengintai Saat Malas Sahur

P Suryo R - Selasa, 22 Mei 2018

DI awal Bulan Ramadhan kita masih menggebu-gebu dalam menjalani aktivitas. Kita tak pernah melewatkan momen sahur. Menjelang pertengahan puasa, kita mulai dihinggapi rasa malas bangun pagi untuk bersantap sahur. Di masa itu banyak orang mulai melewatkan waktu makan sahur. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut rupanya membawa pengaruh buruk bagi kesehatan.

Puasa tanpa sahur berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Kebiasaan buruk ini meningkatkan resiko tubuh mengalami dehidrasi. Ahli Gizi, dr. Tirta Prawota Sari menyampaikan tubuh manusia 60 % terdiri dari cairan. Kebiasaan melewatkan sahur dapat merusak fungsi tubuh karena tubuh kehilangan cairan selama menjalankan ibadah puasa seharian.

mood swing
Mood swing berpengaruh karena tidak sahur. (Foto: healthyplace)

“Saat beraktivitas, tubuh akan kehilangan cairan dalam bentuk keringat. Jika tubuh tidak dipersiapkan sebelumnya dengan banyak minum air ketika sahur, tubuh akan rentan mengalami gejala dehidrasi ringan hingga berat,” demikian tuturnya seperti dilansir dari Go-Dok.

Melewatkan waktu bersahur juga dapat menyebabkan tubuh kita kekurangan nutrisi. Kurangnya nutrisi tak hanya membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh tetapi juga kesehatan mental. Kurangnya asupan gizi dan nutrisi selama berpuasa dapat menyebabkan perubahan suasana hati (mood swing).

Mood swing disebabkan karena menurunnya kadar gula dalam darah. Akibatnya, perubahan mood menjadi tak menentu. Kita akan lebih sensitif dibanding biasanya. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan sosial kita.

mood swing
Kekurangan nutrisi mempengaruhi kognitif. (Foto: NDTV Food)

Selain mood swing, kekurangan nutrisi selama puasa juga mempengaruhi daya pikir (kognitif) kita. Penurunan pada fungsi kognitif tersebut membuat kita sulit berkonsentrasi dan fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan. Apabila hal tersebut terus berlanjut maka dapat menyebabkan kecelakaam di tempat kerja.

Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Harvard School of Public Health. Berdasarkan hasil penelitian mereka, terungkap bahwa mereka yang membatasi konsumsi makanan secara drastis dalam waktu tertentu lebih rentan terkena depresi. Depresi yang berlangsung secara terus menerus tak hanya menggangu aktivitas tetapi juga berpotensi pada kemungkinan untuk bunuh diri.

Itulah bahaya tak sahur bagi kesehatan fisik dan mental kita. Rasa malas bangun pagi untuk bersantap sahur sangat wajar. Namun jangan turuti rasa malas tersebut karena beresiko tinggi untuk kesehatan dan kehidupan sosial kita. Tubuh sehat juga menjadi poin penting untuk menjalankan berbagai ibadah di bulan suci ini loh. Selamat berpuasa! (avia)

Baca Artikel Asli