Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bahas Perjanjian Damai Dengan AS, Iran Ogah Nuklir Dibahas Saat Gencatan Senjata

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal berlayar menuju maupun dari pelabuhan Iran yang melalui selat itu.

Pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan tetap berlangsung seiring upaya untuk mencapai kesepakatan kerangka kerja, dengan beberapa perbedaan yang masih perlu diselesaikan.

Laporan Kantor Berita semi-resmi Iran, ISNA, mengabarkan, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, yang melakukan perjalanan ke Teheran untuk kedua kalinya di pekan ini, menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada para pejabat Iran.

Naqvi bertemu dengan beberapa pejabat Iran, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni.

Baca juga:

KPK Dalami Aliran Dana Suap DJKA, Eks Menhub Budi Karya Bakal Diperiksa Lagi

Naqvi akan tetap berada di Teheran hingga Jumat untuk melanjutkan konsultasi dan melakukan pertemuan tambahan dengan para pejabat Iran.

Berdasarkan usulan Iran yang terdiri atas 14 poin, seperti dilaporkan Anadolu, Teheran menginginkan negosiasi terpisah mengenai program nuklir, termasuk masalah pengayaan uranium, dalam waktu 30 hari setelah gencatan senjata permanen tercapai.

Namun, Amerika ingin masalah nuklir itu dibahas dan diselesaikan sebelum kesepakatan gencatan senjata permanen tercapai.

Gencatan senjata AS dan Iran mulai berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng sampai saat ini.

Baca Artikel Asli