Awan Panas Semeru 5 KM ke Arah Besuk Kobokan, Area Bahaya Diperluas Hingga 17 KM

Kamis, 15 Januari 2026 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Badan Geologi menegaskan ancaman aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih tinggi dan berada pada Level III atau Siaga.

“Ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan,” kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam rilis resminya, dikutip Kamis (15/1).

Baca juga:

Semeru Mengamuk Minggu Malam, Kolom Abu Raksasa Selimuti Langit Jatim

35 Kali Gempa Sejak Pagi

Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat aktivitas Semeru masih didominasi gempa letusan/erupsi sebanyak 35 kali, satu kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak serupa, disertai aktivitas guguran material. Aktivitas kegempaan Gunung Semeru didominasi gempa letusan, guguran, embusan, dan tremor harmonik.

“Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan,” tutur Lana.

Baca juga:

Permukiman Warga Tidak Terdampak Banjir Lahar Hujan Gunung Semeru

Area Bahaya Diperluas

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan, yang masih kategori kawasan berbahaya.

Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar juga perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

“Dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko,” tandas Lana, dikutip Antara. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan