Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Australia Nyatakan Krisis akibat Virus Corona Bisa Enam Bulan

Zulfikar Sy - Kamis, 19 Maret 2020

MerahPutih.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan status “darurat biosekuriti pada manusia” akibat virus corona (Covid-19) pada Rabu (18/3), dan menyebut krisis akibat pandemi ini bisa bertahan hingga enam bulan.

Pernyataan formal tersebut memberikan kuasa pada pemerintah untuk melakukan penutupan kota atau wilayah, menerapkan jam malam, serta mewajibkan warga melakukan karantina jika dianggap perlu dalam langkah penahanan sebaran virus corona.

Baca Juga:

WNI 'Permanent Resident' di Australia Positif Corona, Pemerintah Hormati Privasinya

Morrison juga menyerukan kepada seluruh warga Australia untuk menyingkirkan keinginan atau rencana perjalanan lintas negara.

Peningkatan anjuran perjalanan menjadi “Level 4: Dilarang Berpergian” ke negara manapun di seluruh dunia disertai dengan larangan berkumpul yang tidak penting di dalam ruangan dengan peserta lebih dari 100 orang.

Pemandangan umum trek Sirkuit Melbourne Grand Prix, Australia pada Jumat (13/3/2020) setelah panitia penyelenggara membatalkan balapan di sana karena antisipasi wabah virus corona. (Reuters/Loren Elliot) (REUTERS/LOREN ELLIOTT)
Pemandangan umum trek Sirkuit Melbourne Grand Prix, Australia pada Jumat (13/3/2020) setelah panitia penyelenggara membatalkan balapan di sana karena antisipasi wabah virus corona. (Reuters/Loren Elliot) (REUTERS/LOREN ELLIOTT)

“Kehidupan berubah di Australia, sebagaimana yang terjadi juga di seluruh dunia,” ujar Morrison dalam konferensi pers melalui stasiun televisi, dikutip Antara.

Dia menambahkan, “Hidup akan terus berubah, seiring dengan langkah kita menangani corona yang mengglobal. Ini adalah semacam peristiwa sekali dalam seratus tahun.”

Baca Juga:

Mendagri Australia Positif Virus Corona

Sejauh ini, Australia telah mencatatkan lebih dari 500 kasus positif Covid-19 dan enam kasus kematian akibat infeksi virus corona jenis baru yang menyerang saluran pernapasan itu.

Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan sejumlah negara di dunia dengan tingkat paparan yang parah dengan kasus mencapai ribuan hingga puluhan ribu. (*)

Baca Juga:

Pria 78 Tahun Jadi Korban Meninggal Pertama Akibat Corona di Australia

Baca Artikel Asli