Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Atlet Hyrox Minta Maaf karena Tetap Lanjut Berlomba setelah Buang Air Besar di Celana

Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026

MERAHPUTIH.COM — SEORANG atlet asal Australia menuai kritik karena tetap bertanding dalam ajang Hyrox setelah buang air besar di celana. Sang atlet kini meminta maaf dan menyatakan akan menarik diri dari perlombaan secara retroaktif.

Joanna Wietrzyk, sang atlet, menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas insiden yang terjadi dalam kompetisi kebugaran dalam ruangan di Beijing, Sabtu pekan lalu. Ia mengaku seharusnya ia mengambil keputusan berbeda dan keluar dari perlombaan.

Rekaman video Wietrzyk yang tetap bertanding menimbulkan kekhawatiran terkait dengan kebersihan sehingga memicu salah satu pendiri HYROX, Moritz Furste, meminta maaf atas penanganan situasi tersebut.

Dalam pernyataan yang dibagikan pada Kamis (17/9), Wietrzyk mengatakan ia tahu bahwa tindakannya memiliki dampak yang meluas melebihi diri saya sendiri. “Saya benar-benar meminta maaf kepada semua orang yang terdampak,” jelasnya.

Setelah mendapat kecaman, Wietrzyk, yang memenangkan perlombaan di Beijing tersebut, menyatakan akan melepaskan gelar kemenangannya. “Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Tiongkok, sesama peserta, penonton, dan penyelenggara HYROX atas apa yang terjadi selama perlombaan di Beijing,” imbuhnya.

Baca juga:

Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara



Ia menambahkan bahwa dalam kondisi sehat dan bugar sepenuhnya pada awal perlombaan, serta tidak memiliki alasan untuk mengantisipasi masalah kesehatan apa pun.

"Jika mengingat kembali, saya menyesali keputusan untuk tidak mundur dari lintasan. Saya menyadari bahwa saya seharusnya membuat pilihan yang berbeda. Saya bertanggung jawab atas keputusan saya untuk tetap melanjutkan perlombaan dan sangat menyesal atas ketidaknyamanan serta gangguan yang ditimbulkannya," lanjut Wietrzyk.

Pihak HYROX menegaskan mereka memiliki prosedur medis dan biokontaminan yang jelas. Mereka menyatakan situasi yang tidak terduga muncul sehingga protokol menjadi kabur, menciptakan ambiguitas dalam penerapan dan pemahamannya. Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, Furste berkomitmen untuk memperbaiki proses penyelenggaraan acara demi mencegah situasi seperti ini terulang kembali.

Setelah identitas Wietrzyk tersebar di internet, HYROX menyatakan siapa pun yang mengirimkan ujaran kebencian atau ancaman kepada atlet tersebut akan dilarang mengikuti acara di masa mendatang. "Tidak ada tempat di komunitas kami untuk ancaman kekerasan atau dorongan untuk menyakiti seorang atlet,” tegas pihak HYROX.

Dalam setiap perlombaan HYROX, para peserta berselang-seling antara berlari sejauh satu kilometer dan melakukan latihan kebugaran, termasuk sled push (mendorong beban), burpee jumps, mendayung dalam ruangan (indoor rowing), serta lunges sambil membawa kantong pasir. Kompetisi ini melonjak populer sejak didirikan pada 2017 di Hamburg, Jerman, dan kini diselenggarakan di seluruh dunia. Olahraga ini debut di Tiongkok daratan pada akhir 2024.

Beberapa pihak mempertanyakan mengapa para juri yang memimpin pertandingan di Beijing akhir pekan lalu karena tidak menghentikan peserta saat insiden terjadi. Padahal, HYROX memberikan sanksi untuk tindakan seperti meludah, membersihkan kotoran hidung, membuang sampah sembarangan, dan menyalahgunakan air.(dwi)

Baca juga:

Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan

Baca Artikel Asli