Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Arsenal Gagal Juara Liga Champions 2025/26, Mikel Arteta: Kami Harus Lebih Ambisius Musim Depan

Soffi Amira - Senin, 01 Juni 2026

MerahPutih.com - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mendesak tim asuhannya untuk "sangat ambisius" musim depan, setelah dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/26.

Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti penentu kemenangan saat PSG unggul tipis 4-3 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5).

Baca juga:

Kemenangan atas Arsenal di Final Liga Champions Terasa Istimewa bagi Pelatih Luis Enrique

Arsenal mungkin telah memenangkan gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun. Namun, penantian mereka untuk meraih trofi Liga Champions pertama masih berlanjut.

Pertama-tama saya akan meluangkan beberapa hari bersama keluarga saya, kemudian kita akan memulai proses untuk meninjau apa yang telah kita lakukan,

kata Arteta.

Selain itu, Mikel Arteta juga mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis Enrique. Ia menyebut PSG sebagai tim terbaik di dunia.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya kepada [pelatih] Luis [Enrique], karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia. Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola, dengan aksi individu, belum pernah saya lihat, dan bukan rencananya untuk bermain di area tertentu ketika Anda tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda untuk melakukan itu. Jadi, pujian lebih besar lagi untuk para pemain," jelasnya.

Baca juga:

Pengakuan Mikel Arteta terhadap PSG Setelah Arsenal Dikalahkan di Final Liga Champions

Arsenal Sempat Ungguli PSG di Babak Pertama

Arsenal sempat unggul lewat gol Kai Havertz
Arsenal sempat unggul lewat gol Kai Havertz. Foto: Dok. Arsenal
>Kai Havertz sempat membawa The Gunners unggul lewat golnya dari sudut sempit pada menit keenam, tetapi penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

PSG mendominasi pertandingan dengan 75 persen penguasaan bola. Lalu, Eberechi Eze dan Gabriel sama-sama gagal mencetak gol dalam adu penalti.

Kemudian, David Raya menyelamatkan penalti Nuno Mendes. Namun, PSG tetap keluar sebagai pemenangnya.

"[Yang saya rasakan] adalah rasa sakit, itu saja, ketika Anda begitu dekat dengan kemenangan dalam kompetisi dan hanya beberapa tendangan penalti lagi untuk memenangkan kompetisi klub sepak bola terbesar, itulah yang Anda rasakan," tambah Arteta. (sof)

Baca Artikel Asli