Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Archa Hadirkan Bunyi Baru dan Kekuatan Vokal Lewat Debut 'Ten'

Frengky Aruan - Rabu, 14 Agustus 2024

MerahPutih.com – Grup musik asal pulau Maluku, Archa baru saja melepas debutnya berjudul Ten. Melalui musik, Archa coba untuk mendedikasikan musik yang diusung untuk menjelajahi kekayaan bunyi dalam ruang-ruang hidup yang alami, mencari-cari bunyi baru pada instrumen-instrumen tradisi/modern, dan mengutamakan kekuatan vokal dengan lirik dalam bahasa-bahasa tanah di Maluku.

“Ten adalah refleksi terukur tentang tragedi sebagai sebuah kemungkinan. Mata air bisa saja berubah menjadi air mata, bila tanah habis terampas. Sejak semula, bumi adalah ibu yang melahirkan anak-anak manusia sebagai saudara,” tulis Archa dalam keterangan resminya.

“Akan tetapi persaudaraan itu pun dapat dengan mudahnya berubah menjadi perseteruan sia-sia, bila anak-anak manusia lupa pada ikatan sakral dan nilai-nilai luhur itu, lalu sibuk berlomba mengejar siapa paling besar di antara mereka.”

Lebih lanjut, dari departemen lirik pun, Ten ditulis dalam bahasa ‘Teuwa’ bahasa tua dari Yamahaipate, Negeri Ulahahan, di Pulau Seram. Chalvin Papilaya (1992-2023), salah satu pendiri Archa yang telah berpulang, menulis lirik lagu ini lalu menggarap musiknya bersama Archa yang waktu itu masih berformat trio (Delon Imlabla, Chalvin Papilaya, Art Waifitu).

"Ten" artinya "menangis", melalui tangisan yang terdengar sakral ini Archa ingin lebih dalam menyampaikan pesan pada pendengar tentang jeritan-jeritan yang mungkin saja selama ini tak terdengar, yang tanpa kita ketahui artinya, tetapi dapat kita rasakan kepedihannya.

Archa sendiri terdiri dari Delon Imlabla (bass), Jemmi Radjabaycolle (flute, tahuri, sequencer), Eirene Marpay (kalabasa, marakas, bells), dan Ryan Suneth (djembe, tifa, darbuka). (Far)

Baca Artikel Asli