MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim, jumlah permukaan tanah yang turun di ibu kota sudah mulai berkurang dari sebelumnya lebih dari 20 titik.
"Sekarang sudah turun menjadi 5 titik," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam diskusi Balkoters Talk dengan tema Pelayanan Merata Air Minum Jakarta yang digelar secara virtual, Rabu (1/9).
Baca Juga
Hal ini menunjukkan kegiatan pengambilan air tanah di Jakarta berkurang. Terlebih jangkauan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jakarta sudah meluas.
"Berkurang karena apa, karena sudah ada pasokan air dari tempat lain dan dalam hal ini salah satunya lewat program PAM ini," paparnya.
Sebab penerimaan air bersih merupakan hak dasar warga. "Dan sesungguhnya sebuah kota itu muncul, sebuah komunitas itu muncul, mulainya dari ketersediaan air," papar Anies.
Baca Juga
Terkait Kasus Tanah di Labuan Bajo, Kejati NTT Sita 2 Aset Tanah Milik Tersangka
I
Anies menegaskan hampir setiap desa itu dapat tumbuh karena adanya sumber air. Begitu juga, halnya dengan desa berkembang menjadi kota, lantaran sumber airnya yang mencukupi. Tanpa ada sungai atau mata air, maka tempat itu jarang sekali bisa menjadi sebuah perkotaan, apalagi di area yang seringkali surut.
"Karena itulah ketersediaan air menjadi penting," pungkasnya. (Asp)