Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anies Sebut Operasi Yustisia di Jakarta Tak Adil

Andika Pratama - Senin, 03 Juni 2019

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan bahwa operasi yustisia yang selama ini gelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak adil, lantaran sasarannya hanya kalangan kelas bawah.

"Operasi yustisia selama ini tidak adil, karena yang hampir tersasar selalu yang di bawah, yang tertangkap itu selalu yang di bawah," ujar Anies di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (3/6).

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto: MP/Asropih

Menurut Anies, datangnya warga ke suatu kota, karena adanya lapangan pekerjaan. Sekarang terlihat pembangunan insfrastruktur disegala penjuru, tujuannya agar pusat pertumbuhan ekonomi ada di banyak tempat.

BACA JUGA: Catat Nih! Museum dan Tempat Wisata di Jakarta yang Tutup Hari Pertama Lebaran

"Kami percaya bahwa ke depan yang namanya pergerakan kota tetap terjadi urbanisasi, tapi belum tentu jakartanisasi, kalau dulu urbanisasinya itu ke jakarta kalau sekarang urbanisasi ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia," tutur dia.

Sementara itu, lanjut dia, semua warga negara Indonesia tidak boleh dibeda-bedakab antara kaya miskin, tengah justru saat ini menerapkannya sebagai salah satu prinsip keadilan dan kesetaraan.

"Kita yakin bahwa mekanisme pasar tenaga kerja akan terjadi, ketika di situ ada lapangan pekerjaan, orang akan mencari pekerjaan, ketika tidak ada lapangan pekerjaan dia akan mencari ke tempat lain yang ada lapangan pekerjaan," kata Gubernur.

Ilustrasi yustisia
Ilustrasi operasi yustisia. Foto: Harian Momentum

Orang nomor satu di Jakarta itu meminta kepada warga yang dalu luar Jakarta untuk melaporkan bila mencari peruntukan di ibu kota. Ia kembali menegaskan saat ini Pemprov DKI tidak melakukan operasi penangkapan-penangkapan lantaran tidak perlu ada yang tindakan penertiban yustisia itu

BACA JUGA: Pemudik Wajib Waspada, Ini Jalur Rawan Kecelakaan di Yogyakarta

"Semuanya warga negara Indonesia yang berhak untuk bergerak kemana saja selama mereka berada di wilayah Indonesia, karena WNI bisa kemana saja, jadi rasanya aneh kalau di terminal mereka diperiksain karena bukan penduduk setempat," tutupnya. (Asp)

Baca Artikel Asli