Anies Rombak Jakarta Jadi Ruang Terbuka Biru Setelah Ibu Kota Pindah

Rabu, 28 Agustus 2019 - Andika Pratama

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah merencanakan jika gedung-gedung bekas perkantoran yang ditinggal karena dampak pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Bahkan bangunan peninggalan gedung pemerintahan itu nanti bakal diolah menjadi ruang terbuka biru.

Baca Juga

Ekonom Sebut Wacana Pindah Ibu Kota Sangat Keliru

"Kita berharap bahwa salah satu rencana pemanfaatan bukan untuk terbuka hijau saja, tapi juga ruang terbuka biru saja, untuk taman dan kolam air," kata Anies di Jakarta, Rabu (28/8).

Ada sejumlah alasan yang mendasar rencana perombakan gedung ruang terbuka hijau dan biru salah satunya, kata Anies, agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

"Karena begitu menjadi ruang terbuka hijau yang diakses publik, maka manfaatnya dirasakan oleh semua," tutur dia.

Tidak hanya dirombak menjadi ruang terbuka hijau dan biru saja. Anies juga akan memanfaatkan sebagian kawasan menjadi bangunan komersial karena ia masih yakin Jakarta bakalan tetep menjadi pusat bisnis.

Baca Juga

Pemindahan Ibu Kota Tak Kurangi Polusi Udara di Jakarta

"Sebagian tentu akan diarahkan komersial. Jakarta sendiri akan memiliki kesempatan untuk terus berkembang karena pasti ada kegiatan pembangunan tambahan. karena fasilitas yg dipakai untuk kegiatan komersial akan meningkat, perkantoran bisa bertambah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mendukung mendukung upaya Gubernur Anies untuk menyulap Jakarta menjadi kota yang ramah lingkungan.

Berdasarkan Data Dinas Kehutanan DKI, RTH di ibu kota baru mencapai 14,9 persen dari luar wilayah. Luas RTH didapat dari studi akademis peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DKI Jakarta. Padahal, standar luas RTH di suatu wilayah mencapai 30 persen.

Baca Juga

Menteri PUPR: Ibu Kota Baru Berkonsep City of the Forest

"Itu komposisinya 20 dari publik, 10 persen dari privat. Sekarang sih masih kurang ya. Ya masih harus ditambah. Kalau misalnya ada potensi lokasi di luar PHU (Peruntukan Hijau Umum) yang bisa dijadikan RTH ya, perlu kita dorong," tuturnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan