Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

AL Inggris Menyusup ke Selat Hormuz, Pimpin Operasi Pembersihan Ranjau Laut Iran

Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026

MerahPutih.com - Angkatan Laut Kerajaan Inggris tengah bersiap mengambil peran utama dalam operasi koalisi internasional untuk membuka kembali pelayaran di Selat Hormuz.

Laporan The Times dikutip Rabu (25/3), militer Inggris telah menyusun strategi pengerahan kapal Angkatan Laut atau kapal komersial sewaan sebagai “kapal induk” bagi sistem otonom tanpa awak.

Baca juga:

Krisis Energi Selat Hormuz, Filipina Negara Pertama Tetapkan Status Darurat Nasional

Operasi Kapal Selam Pembersihan Ranjau Laut Selat Hormuz

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut di perairan Selat Hormuz, jalur transit minyak terpenting di dunia.

Militer Inggris meyakini ranjau laut telah ditanam di selat tersebut, meski masih ada jalur aman yang digunakan kapal India, Pakistan, dan China.

Sumber The Times menjelaskan operasi pembersihan ranjau laut Selat Hormuz diperkirakan berlangsung dalam beberapa fase. Tahap awal fokus pada perburuan ranjau menggunakan sistem otonom canggih.

Baca juga:

20 Negara Bersatu Amankan Pelayaran Selat Hormuz, Indonesia Tidak Masuk

Fase berikutnya dapat melibatkan pengerahan kapal permukaan tanpa awak bersama kapal perusak Tipe 45 Angkatan Laut Inggris untuk melindungi kapal tanker yang melintas.

“Kami memiliki kemampuan terdepan di dunia dalam hal perburuan ranjau otonom, serta kemampuan kapal perusak yang fantastis dengan Tipe 45 kami, dan juga pengembangan konsep angkatan laut hibrida, yang memberi kami peluang untuk menghindari membahayakan orang demi mengamankan selat,” kata pejabat Inggris, dikutip Antara.

Krisis Minyak Global Selat Hormuz

Inisiatif Inggris ini akan menjadi bagian dari upaya multinasional bersama sekutu, termasuk Amerika Serikat dan Prancis, guna memastikan jalur aman bagi pelayaran komersial. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia.

Baca juga:

Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia

Sejak awal Maret, Selat Hormuz secara efektif terhambat. Padahal, sekitar 20 juta barel minyak biasanya melewati selat tersebut setiap hari. Gangguan ini telah meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Baca Artikel Asli