Aksi Kugy & Keenan Merangkai Mimpi dalam Pementasan Musikal Perahu Kertas di Jakarta
Jumat, 30 Januari 2026 -
Merahputih.com - Aksi pemeran Kugy dan Keenan mengaktifkan radar Neptunus dalam pementasan musikal bertajuk "Perahu Kertas" di Teater Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta, Jakarta, Jum'at (30/1/2026).
Pementasan Musikal Perahu Kertas hadir menyapa para penggemar seni pertunjukan dengan pendekatan baru yang lebih emosional dan reflektif. Adaptasi panggung dari novel legendaris karya Dee Lestari ini tidak sekadar memindahkan cerita ke atas panggung, tetapi menghadirkan sudut pandang segar yang menekankan perjalanan mengejar mimpi dan cita-cita dua tokoh utamanya, Kugy dan Keenan. Pendekatan ini membuat versi musikalnya terasa berbeda dari film Perahu Kertas yang dirilis pada 2012.
Diproduksi oleh Indonesia Kaya bersama Trinity Entertainment Network, pertunjukan ini digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pada hari pertama pementasan, musikal ini sukses memikat para penonton dengan tata panggung megah, musik yang kuat, serta penampilan para pemain yang emosional. Secara keseluruhan, Musikal Perahu Kertas akan dipentaskan dalam 21 pertunjukan hingga 15 Februari 2026.
Tak hanya menghadirkan kekuatan akting dan dramatik cerita, pertunjukan ini juga didukung oleh Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) yang memberikan warna orkestra megah dan memperkuat suasana setiap adegan.
Kisah tentang Mimpi, Pilihan Hidup, dan Perasaan.
Musikal ini mengangkat kisah Kugy dan Keenan, dua sosok ikonis yang sama-sama memiliki jiwa seni.
Kugy adalah pribadi unik yang menciptakan dunia dongeng sebagai ruang aman untuk menghadapi realitas hidup. Sementara itu, Keenan adalah pelukis muda berbakat yang berjuang keluar dari bayang-bayang ekspektasi sang ayah demi menemukan kebebasan berekspresi.
Pertemuan keduanya berkembang menjadi perjalanan emosional yang sarat makna—tentang pilihan hidup, keberanian mengejar mimpi, serta perasaan yang tumbuh di tengah tekanan realitas dan tuntutan masa depan.
Musik yang Menghidupkan Nostalgia
Menggabungkan unsur sastra, musik, dan teater, musikal ini juga menghadirkan kembali lagu-lagu populer dari soundtrack film Perahu Kertas, seperti “Milyaran Manusia” dan “Langit Amat Indah”. Lagu-lagu tersebut dibawakan dengan aransemen panggung baru yang lebih teatrikal dan menyatu dengan alur cerita, menciptakan pengalaman menonton yang lebih mendalam dan imersif.
Mengusung tema “Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi”, pementasan ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di ranah pertunjukan musikal. Di sisi lain, keterlibatan Indonesia Kaya kembali menegaskan komitmen mereka dalam mendukung perkembangan seni pertunjukan Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk menikmati karya sastra nasional dalam kemasan modern.
Musikal Perahu Kertas bukan hanya nostalgia bagi pembaca novelnya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa mimpi—seberapa pun jauhnya—selalu layak untuk diperjuangkan. (Foto: MP/Didik Setiawan).