MerahPutih.com - Sistem buka tutup sementara diberlakukan di akses masuk ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), dan KM 48 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, guna mengurai kepadatan volume kendaraan.
"Atas diskresi Kepolisian, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek selaku pengelola Jalan Layang MBZ, dan PT Jasamarga Transjawa Tol selaku pengelola ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melakukan buka tutup di akses masuk ruas layang MBZ dan KM 48," kata General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Desti Anggraeni dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/4).
Baca juga:
Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ Setelah Naik Mulai 9 Maret
Desti menjelaskan rekayasa lalu lintas buka tutup itu dimulai sejak pukul 13.30 WIB sebagai dampak kepadatan lalu lintas pada akses keluar KM 48+000 arah Cikampek. Ruas tol itu merupakan pertemuan antara ruas Jalan Layang MBZ, serta ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Adapun akses masuk ruas Jalan Layang MBZ yang ditutup sementara meliputi akses masuk ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 10 arah Cikampek, akses masuk dari Kalimalang Tol JORR E KM 46+200, serta akses Jatiasih Tol JORR E KM 45+200.
Baca juga:
Menurut Desti, selama penutupan akses masuk KM 10 ruas Jakarta-Cikampek yang menuju Jalan Layang MBZ berlangsung, pengguna jalan tol yang akan menuju arah Cikampek dapat melalui ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting atau jalur bawah, hingga kepadatan di Jalan Layang MBZ kembali normal.
Sebelumnya dilansir dari Antara. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.368.243 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 hingga H-1 Lebaran atau 3-9 April 2024. Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (arah Trans-Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung). (*)
Baca juga:
Belajar dari Tabrakan Maut Cikampek KM 58, Polri Siagakan Safety Car di Contraflow