Ajak si Kecil Berlibur ke Negara Ramah Anak, Ini Daftarnya...

Senin, 23 Juli 2018 - Dwi Astarini

RENCANA berlibur dengan si kecil memang terasa selalu menyenangkan. Tak hanya dalam negeri, beberapa keluarga juga merencanakan liburan di luar negeri. Namun, beberapa orangtua khawatir negara asing yang akan mereka kunjungi tak ramah anak. Sebuah organisasi nonpemerintah, Save the Children, merilis sebuah Indeks Perkembangan Anak setiap tahun. Indeks tersebut meliputi tiga faktor yang memengaruhi pertumbuhan anak: kesehatan, pendidikan, dan gizi.

Berikut negara-negara paling ramah anak versi Save the Children dilansir Time.

1. Jepang

tokyo disney resort
Tokyo Disney Resort manjakan anak. (foto: disneyparks)

Aman, bersih dan kental akan modernitas. Jepang merupakan tempat yang bagus untuk bepergian dengan anak-anak. Tak hanya ramah anak, Jepang juga negara yang aman bagi pelancong perempuan. 'Negeri Sakura' menjadi surga bagi berbagai taman hiburan terkenal di dunia, seperti Tokyo Disney Resort, Universal Studios Japan, Fuji-Q Highland, dan Tokyo Dome City. Remaja akan menyukai budaya pop dan neon streetscapes di jalanan Kota Tokyo.

Ajak putra-putri bermain ski di Niseko United. Niseko merupakan resor terbesar di Jepang dengan instruktur berbahasa Inggris. Tempat ini juga menyediakan kelas bagi anak-anak. Bagi yang ingin menghabiskan waktu dengan si buah hati dengan menikmati keindahan 'Negeri Sakura', ajak mereka berkeliling naik sepeda. Beberapa tempat yang bisa dipilih untuk bersepeda, misalnya menyusuri Kota Osaka atau menyusuri Satoyama, Hida-Furukawa.

Meskipun Jepang ramah anak, makanan bisa menjadi masalah utama jika si kecil pemilih. Jepang meyediakan supermarket, toko roti, restoran fasfood, dan toko serbaada yang menyediakan sandwich dan makanan ramah lidah lainnya. Bagi kamu yang membawa bayi, supermarket di kota-kota besar juga menyediakan makanan bayi.

2. Spanyol

alcazar
Kastil indah Alcazar. (foto: Youtube)


Spanyol adalah tujuan yang ramah keluarga karena infrastruktur transportasi dan akomodasi yang sangat baik, makanan untuk memuaskan pencinta kuliner, dan berbagai atraksi luar biasa yang menarik bagi orang dewasa dan anak-anak.

Kamu bisa menikmati pertunjukan kuda, pesta, penampilan tari Flamenco, dan museum atraktif. Spanyol juga memiliki banyak kastil, salah satunya Alcazar, Segovia, yang menjadi inspirasi bagi film Sleeping Beauty.

Negara ini juga menjadi rumah bagi klub raksasa Eropa, Barcelona dan Real Madrid. Ajak si kecil menyaksikan pertandingan dua klub raksasa tersebut di Camp Nou dan Santiago Bernabeau.

3. Jerman

Schloss Neuschwanstein yang menjadi rumah bagi Sleeping Beauty. (foto: brisbanegermanweek)

Bepergian ke Jerman dengan anak-anak bisa menjadi ajang bermain untuk anak-anak. Negara ini juga menjadi tempat kelahiran Grimm Bersaudara dan dongeng-dongeng tak terlupakan lainnya. Kamu akan dibawa masuk ke negeri dongeng dan dimanjakan dengan kota-kota bernuansa abad pertengahan, istana yang memesona seperti Schloss Neuschwanstein yang menjadi rumah bagi Sleeping Beauty dan hutan gelap yang memancarkan sedikit imajinasi tempat Grimm Bersaudara bertualang.

Jangan lewatkan taman bermain yang imajinatif, museum interaktif, dan pertunjukan boneka. Petugas wisata akan menunjukkan tempat wisata untuk anak-anak, fasilitas penitipan anak, dan dokter anak berbahasa Inggris. Jerman juga mengizinkan menyusui di ruang publik. Negara ini semakin mengukuhkan predikatnya sebagai Negara Ramah Anak dengan memberi potongan harga bagi anak-anak di bawah 18 tahun di sejumlah tempat rekreasi dan museum.


4. Italia

vatican city
Jangan lewatkan berkunjung ke Vatikan City. (foto: Italytravelguide)


Negara yang satu ini memiliki ibu kota yang ramah anak-anak, gunung berapi yang membara, dan pantai. Italia memanjakan keluarga dengan kombinasi pemandangan sejarah dan budaya yang kaya, kegiatan luar ruang yang mengejutkan, dan pemandangan alam yang menakjubkan.

Untuk mendapatkan esensi alami, Italia menawarkan banyak pantai menarik, seperti Pantai Amalfi, Sardinia, dan Sisilia. Tak hanya pantai, pegunungan dan danau yang terletak di pedalaman juga memberikan aksi luar ruang yang bisa dilakukan anak-anak usia lima tahun ke atas.

Sementara itu, jika kamu ingin belajar sejarah dan seni dengan lebih mendalam, museum-museum di sana menyuguhkan benda-benda sejarah lengkap dengan tampilan multimedia layar sentuh dan panduan suara. Anak-anak di bawah usia 18 tahun bisa mendapatkan diskon atau bahkan tanpa bayar sama sekali. Apabila ingin berkunjung ke museum, rencanakan perjalanan ke Roma dan Florence.

Ketika di Roma, datanglah ke Vatikan. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari menjelajahi sebagai keluarga, rencanakan semua perjalanan sebelumnya.

5. Prancis

eiffel
Menara Eiffel jadi daya tarik wisata Prancis. (foto:toureiffel)

Dengan ibu kota yang ramah anak dan alam perdesaan di pedalaman, Prancis memanjakan setiap keluarga yang berkunjung ke sana. Juara Piala Dunia 2018 tersebut menyuguhkan perpaduan antara budaya yang kaya dan hiburan. Orangtua cerdik bisa menemukan daya tarik pemandangan di hampir setiap sudut kota-kota di Prancis.

Ajak si buah hati bertelanjang kaki menyeberangi pasir menuju biara, menyusuri kota dengan sepeda, makan siang di sekitar Menara Effiel dan tur ketika matahari sudah tenggelam bagi remaja. Jangan lewatkan mencicipi anggur di Provence atau Burgundy.

Jika kehabisan ide, petugas wisata akan memberi beberapa rekomendasi menarik, seperti puppet show alfresco, teater anak-anak, film anak-anak di bioskop pada Rabu siang dan akhir pekan, pengamen jalanan, hingga festival musik yang melimpah.

Kamu juga bisa melihat pemandangan indah di malam hari. Pencahayaan luar biasa tak pernah gagal memikat pengunjung pada malam hari seperti yang tampak di Menara Eiffel dan Museum of Europe and Mediterranean Civilisation di Marseille. Wisata bersama keluarga semakin lengkap dengan melihat masa Renaisans di Lembah Loire, istana kepausan di Avignon, dan katedral di Rouen, Chartres, dan Amiens.(Avi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan