MerahPutih.com - Aktris Indonesia Aghniny Haque kembali menunjukkan kemampuan aktingnya di tingkat Asia Tenggara melalui film horor terbaru asal Malaysia berjudul Khadam.
Dalam proyek ini, Aghniny berbagi layar dengan aktor Malaysia, Remy Ishak. Film tersebut disutradarai oleh Shamyl Othman dan mengangkat kisah horor keluarga yang dibalut unsur supranatural serta kutukan turun-temurun.
Kisah Teror yang Berawal dari Sebuah Warisan
Cerita berpusat pada Melor, seorang perempuan yang terpaksa menerima warisan peninggalan keluarganya. Namun, warisan tersebut bukanlah anugerah yang membawa kebahagiaan, melainkan awal dari rangkaian teror yang mengubah hidupnya.
Tak lama setelah menerima warisan itu, Melor menyadari adanya kekuatan gelap yang perlahan menguasai kehidupannya. Situasi menjadi semakin mencekam ketika putrinya mulai menjadi sasaran utama entitas misterius yang mengintai keluarga mereka.
Berpacu dengan waktu, Melor harus mengungkap rahasia masa lalu keluarganya sebelum semuanya terlambat. Ia berusaha mencari cara untuk menghentikan kutukan yang terus berkembang dan menyelamatkan putrinya dari pengaruh kekuatan jahat yang semakin sulit dikendalikan.
Baca juga:
7 Film Horor dan Thriller dengan Rating Tertinggi di Rotten Tomatoes 2025-2026
Horor yang Dibalut Drama Emosional Keluarga
Khadam tidak hanya menghadirkan adegan-adegan menegangkan dan teror supranatural, tetapi juga mengeksplorasi hubungan emosional antara ibu dan anak yang menjadi inti cerita.
Konflik keluarga yang kuat dipadukan dengan misteri masa lalu menciptakan lapisan drama yang memperkaya pengalaman menonton di tengah atmosfer horor yang pekat.
Selain Aghniny Haque dan Remy Ishak, film ini turut dibintangi oleh Siti Khadijah Halim yang memperkuat jajaran pemeran utama.
Sementara itu, naskah film ditulis oleh Fariza Azlina dengan pendekatan horor psikologis yang dipadukan unsur misteri keluarga.
Baca juga:
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Tantangan Akting Baru bagi Aghniny Haque
Khadam menjadi debut internasional perdana Aghniny Haque di industri perfilman Malaysia sekaligus menghadirkan tantangan akting yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.
Dalam film ini, Aghniny memerankan Melor, seorang penyandang disabilitas yang merupakan ibu dari dua anak sekaligus istri dari Awang yang diperankan oleh Datuk Remy Ishak.
Karakter yang dimainkan Aghniny berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Sepanjang film, ia tampil hampir tanpa dialog verbal, sehingga ekspresi, gestur, dan komunikasi nonverbal menjadi elemen penting dalam membangun emosi karakter.
Peran tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan kariernya sekaligus menunjukkan eksplorasi akting yang lebih luas.
Kehadiran Aghniny di industri film Malaysia pun menjadi terobosan menarik yang menambah daftar pencapaian dalam filmografinya. (Tka)