Merahputih.com - Hari pertama pramusim Liga Italia Serie A menghadirkan potret kontras dua klub raksasa kota mode, AC Milan dan Inter Milan.
Laporan Tuttosport mengonfirmasi bahwa sejumlah penggawa Inter Milan telah kembali ke tempat latihan menjalani tes kebugaran di Appiano Gentile.
Baca juga:
AC Milan Siap Lepas 10 Pemain Ini, Ruben Amorim Mulai Cuci Gudang
Pada saat bersamaan, sang rival sekota, AC Milan, menggelar agenda serupa di pusat latihan Carnago berjarak 20 kilometer dari markas Inter.
Pertemuan perdana ini memicu sorotan tajam publik sepak bola dunia akibat perubahan situasi drastis internal kedua kubu pasca kompetisi musim lalu berakhir.
Inter Milan sukses mengamankan gelar Scudetto serta Coppa Italia musim lalu, sementara AC Milan terlempar dari zona Liga Champions,
tulis laporan Tuttosport.
Gerry Cardinale Pulihkan Kepercayaan Rossoneri
Gejolak hebat sempat melanda kubu merah-hitam akibat keputusan radikal pemilik klub memecat sejumlah petinggi penting.
Manajemen mendepak Giorgio Furlani, Geoffrey Moncada, pelatih kepala Massimiliano Allegri, serta jajaran direksi lain demi meredam protes keras para suporter.
Namun, pemilik klub Gerry Cardinale segera membalikkan keadaan lewat gebrakan besar pasar transfer pemain musim panas ini. Langkah taktis pemilik RedBird Capital tersebut terbukti ampuh mengembalikan gairah para pendukung setia di San Siro.
Berikut rincian fakta finansial serta pergerakan transfer penting AC Milan:
-
Total Dana Belanja: Manajemen mengucurkan dana segar sekitar 100 juta Euro atau sekitar Rp 1,7 Triliun.
-
Rekrutan Bintang Baru: Striker tim nasional Portugal Goncalo Ramos merapat ke San Siro guna mempertajam lini serang.
-
Pilar Pertahanan Baru: Bek tangguh Mario Gila resmi bergabung guna memperkokoh sektor belakang pasca kepergian pilar lama.
-
Status Kepelatihan: Klub memulai era baru setelah memutus kontrak Massimiliano Allegri akibat kegagalan finis empat besar.
Keraguan Pendukung Nerazzurri Terhadap Oaktree Capital

Nasib sebaliknya justru menimpa Inter Milan selaku juara bertahan kompetisi domestik Italia. Dominasi musim lalu seolah sirna menyusul serangkaian kegagalan beruntun mendaratkan pemain incaran utama manajemen baru.
Target ambisius mendatangkan Nico Paz pupus setelah Como menebus sang pemain senilai 60 juta Euro atau setara Rp 1,2 triliun. Kegagalan ini memperpanjang daftar hitam manuver transfer kubu biru-hitam awal musim ini.
Berikut data penurunan aktivitas transfer serta skuad pramusim Inter Milan:
-
Kegagalan Negosiasi Skuad: Manajemen membatalkan rencana perekrutan Oumar Solet, gagal mendekati bek kanan target utama, serta mendapat penolakan dari Palestra.
-
Pemain Baru Pramusim: Kiper Ivan Provedel bergabung bersama skuad utama guna menambah opsi lini belakang.
-
Kepulangan Pemain Pinjaman: Penjaga gawang muda Filip Stankovic Jr kembali masuk ke dalam daftar pemain utama setelah masa sekolah selesai.
-
Amunisi Lini Tengah: Gelandang asal Prancis Massolin masuk skuad utama setelah dibeli dari klub kasta kedua Modena pada Januari lalu.
Baca juga:
Chelsea Gagal Jual Trevoh Chalobah? Inter Milan dan Como Pilih Mundur, Incar Pemain Lain
Kelesuan aktivitas transfer ini memicu keraguan mendalam pendukung garis keras Inter Milan terhadap komitmen finansial pemilik baru, Oaktree Capital. Manajemen klub dituntut segera merekrut nama besar sebelum bursa transfer musim panas resmi berakhir.
“Kondisi skuad saat ini memunculkan keraguan besar kalangan suporter Nerazzurri mengenai arah kebijakan masa depan klub,” pungkas laporan internal jurnalis olahraga Milan mengenai situasi kondusif skuad.