Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

6 Kontrakan di Tebet Hancur, Pemkot Jaksel Andalkan Kayu Dolken Cegah Longsor Ciliwung Makin Parah

Wisnu Cipto - Kamis, 12 Maret 2026

MerahPutih.com - Ancaman tanah longsor di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Jalan X, RT 06/10, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, kian parah.

Imbasnya, sedikitnya ada enam kontrakan di pinggir kali yang kondisinya membahayakan akibat longsoran yang terjadi sejak Jumat pekan lalu.

Untuk itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan penanganan darurat dengan memasang kayu dolken di bantaran Kali Ciliwung untuk mencegah longsor susulan.

Baca juga:

Tarif Resmi Fotografi Komersial di Tebet Eco Park dan RTH Jakarta

“Penanganan sementara kami hanya memasang kayu dolken. Panjang kayu disesuaikan dengan ukuran tanah yang longsor,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus, di Jakarta, Kamis (12/3).

Apa Itu Kayu Dolken

Kayu dolken atau sering disebut kayu gelam merupakan jenis kayu bulat yang berasal dari pohon gelam (Melaleuca leucadendra atau cajuputi).

Kayu ini berukuran kecil hingga menengah, dengan kulit putih keabu-abuan yang terkelupas, serta sangat populer dalam konstruksi sebagai material cerucuk atau fondasi bangunan di area rawa

Kontrakan Hancur Sudah Setahun Kosong

Sementara itu, Ketua RT 06/10, Irma, mengatakan keenam kontrakan tersebut sudah lama ditinggalkan pemilik dan penyewa karena kondisi tanah di bantaran sungai dinilai rawan longsor.

Baca juga:

Kebon Pala Banjir Hampir 2 Meter, Air Luapan Ciliwung Datang Sejak Sabtu Sore

“Akibat longsor yang terjadi pada Jumat lalu, ada enam kontrakan yang hancur. Lokasinya memang di bibir kali dan tanahnya sudah turun sehingga ditinggalkan,” tuturnya, dikutip Antara.

Irma menambahkan para penghuni kontrakan telah pindah hampir satu tahun lalu setelah merasakan tanda-tanda pergerakan tanah.

“Pas kejadian longsor memang sudah tidak ada orang. Saat hujan deras dan debit air Kali Ciliwung meningkat, pondasi rumah tergerus air sehingga bangunannya runtuh,” tandas Pak RT. (*)

Baca Artikel Asli