50 Ribu Jiwa Terdampak, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Rabu, 14 Januari 2026 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang meluas hingga 24 kecamatan sejak Minggu (11/1) hingga hari ini.

“Iya, kita akan mengeluarkan status tanggap darurat. Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang mengakibatkan luasan bencana banjir, jadi pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, kepada media, Rabu (14/1).

Baca juga:

6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik

50 Ribu Jiwa Terdampak Banjir

Menurut dia, keputusan ini diambil untuk mempercepat penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar warga korban banjir.

Kini tercatat sedikitnya 10 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 45–50 ribu jiwa menjadi korban banjir. "Ya, sekitar kurang lebih 50 ribuan jiwa. Kurang lebihnya 50 ribuan penduduk," tuturnya, dilansir Antara.

Ketinggian Banjir Sampai 2 Meter

Selama masa tanggap darurat, Pemkab Tangerang akan terus memantau kondisi cuaca dan potensi bencana susulan. Apalagi, warga terdampak banjir masih membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan pokok dan obat-obatan. Ketinggian banjir bervariasi antara 60–80 sentimeter, dengan titik terparah 2 meter.

Baca juga:

Sungai Cidurian Tangerang Meluap, Banjir Rendam Pemukiman Sampai 2 Meter

Pemkab Tangerang juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menyiapkan sarana dan prasarana penanganan, termasuk pembangunan pompa air, normalisasi saluran, dan pembukaan pintu air.

“Khususnya di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah lain relatif hampir mirip. Contoh wilayah Kosambi kemungkinan akan ada dibangun saluran air atau juga normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa,” tandas Ahmad Taufik. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan