MerahPutih.com - A Shop for Killers bukan sekadar serial aksi Korea Selatan yang populer di negara asalnya. Serial yang kini memasuki musim kedua, menghadirkan kisah penuh aksi dan ketegangan ini juga berhasil mencuri perhatian penonton internasional hingga mencatat sejumlah pencapaian menarik.
A Shop for Killers merupakan proyek besutan Lee Kwon dan No Kyu-yeob. Lee Kwon juga ikut menulis skenarionya. Cerita serial ini diadaptasi dari novel bertajuk The Killer's Shopping Mall karya Kang Ji-young (Kim Ji-young). Berikut sejumlah fakta menarik seputar serial A Shop for Killers:
1. Masuk Daftar The New York Times
Kesuksesan A Shop for Killers membawa serial tersebut ke panggung internasional. Serial ini masuk dalam daftar The New York Times' Best International TV Shows of 2024.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu pengakuan terhadap kualitas serial yang memadukan genre aksi, thriller, dan drama.
Baca juga:
Lee Dong Wook Kembali Angkat Senjata, 'A Shop for Killers 2' Janjikan Perang Lebih Brutal
2. Musim Kedua Ramai Dibicarakan di Asia
Popularitas A Shop for Killers berlanjut ketika musim keduanya dirilis pada Juli hingga Agustus 2026.
Serial tersebut sukses mencuri perhatian penonton dan memuncaki daftar drama yang paling banyak dibicarakan, baik secara harian maupun mingguan, di sejumlah negara Asia seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura.
Antusiasme penonton ini menunjukkan daya tarik A Shop for Killers tidak hanya terbatas pada pasar Korea Selatan.
3. Pernah Jadi Serial Asia Pasifik Terpopuler di Disney+
A Shop for Killers juga mencatat pencapaian di platform streaming Disney+.
Pada 2024, serial tersebut sempat menjadi serial orisinal Asia Pasifik yang paling banyak ditonton di platform tersebut. Posisinya kemudian digeser oleh serial Korea Light Shop pada Desember 2024.
Baca juga:
5 Alasan 'A Shop for Killers' Season 2 Wajib Masuk Watchlist, Aksinya Makin Brutal
Sinopsis A Shop for Killers Musim Kedua
Kisah Jian dan Jinman berlanjut di musim kedua A Shop for Killers. Konflik yang dihadapi keduanya pun semakin besar.
Jian kini mengambil alih kendali toko senjata peninggalan Jinman.
Situasi berubah ketika Jinman yang sebelumnya dianggap telah meninggal tiba-tiba kembali. Di saat bersamaan, BABYLON berada di ujung tanduk dan mulai menjadi ancaman bagi Jian.
Demi melindungi keponakannya, Jinman memilih membawa pertarungan langsung ke markas BABYLON.
Namun, organisasi tentara bayaran tersebut tidak tinggal diam.
Untuk memulihkan reputasi sekaligus membalas dendam, BABYLON mendatangkan bala bantuan dari luar negeri.
Gelombang baru pembunuh bayaran pun muncul dan membuat pertarungan Jian serta Jinman semakin berbahaya. (Tka)