3.000 Personel Dikerahkan, Pengamanan Laga Persib Vs Persija Berlapis dan Ketat
Kamis, 08 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pengamanan laga Persib Bandung versus (vs) Persija Jakarta akan dilakukan secara berlapis dan ketat, dengan dukungan 3.000 personel gabungan. Partai bergengsi Super League 2025/2026 itu akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1).
Hal ini seperti disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, Kamis (8/1).
Pengamanan dilakukan juga untuk menghalau masuknya suporter tim tamu. Berdasarkan regulasi Super League, suporter tim tandang dilarang untuk hadir.
“Pengamanan laga Persib melawan Persija akan dilakukan secara berlapis dan ketat. Kami memastikan tidak ada celah bagi pelanggaran keamanan, termasuk masuknya suporter tim lawan ke wilayah stadion,” kata Rudi dikutip dari Antara.
Rudi menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap penonton akan dilakukan di sejumlah titik dan dilakukan berulang kali. Pemeriksaan meliputi pengecekan tubuh guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa masuk, dilakukan hingga tiga kali sebelum penonton masuk area stadion.
Baca juga:
Kecuali Andrew Jung, Bojan Hodak Pastikan Persib Bisa Tampil dengan Kekuatan Penuh Vs Persija
“Pemeriksaan akan kami lakukan di beberapa titik. Kami mengimbau suporter tidak membawa barang-barang yang dilarang atau membahayakan, seperti flare, senjata tajam, alkohol, dan minuman keras,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan badan tidak hanya dilakukan satu kali, melainkan hingga tiga kali sebelum penonton memasuki area stadion.
Selain itu, sterilisasi stadion juga akan dilakukan sejak pagi hari sebelum pertandingan berlangsung.
“Tidak hanya body checking, kami juga akan melakukan sterilisasi stadion sejak pagi. Kapolrestabes Bandung akan memimpin langsung sterilisasi di dalam stadion,” ujar Rudi.
Kapolda Jabar juga menegaskan larangan keras bagi suporter tim tamu untuk hadir di stadion sesuai dengan regulasi PSSI.
“Kami mengimbau semua pihak untuk mematuhi peraturan PSSI. Suporter tim lawan dilarang hadir,” kata dia.
Polda Jabar akan melakukan pengawasan secara menyeluruh, termasuk di ruang siber dan pintu-pintu masuk wilayah Jawa Barat.
“Semua ruang akan kami monitor, termasuk ruang siber jika ada ajakan atau provokasi. Kami juga melakukan pengawasan di pintu masuk Jawa Barat, baik jalur kereta api maupun jalur darat,” kata Rudi. (*)