Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

1000 Orang Meninggal Akibat Cuaca Panas Ekstrem di Prancis, 40 Persen Kematian Terjadi di Rumah

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026

MerahPutih.cm - Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian akibat gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah negara itu, sejak 24 Juni. Hal itu dari data awal yang dirilis Badan Kesehatan Masyarakat Prancis pada Minggu (29/6).

Badan tersebut menyatakan, data yang masih bersifat sementara itu menunjukkan peningkatan signifikan angka kematian selama periode gelombang panas. Kelompok usia di atas 65 tahun menyumbang sebagian besar dari kematian berlebih tersebut. Lembaga itu juga melaporkan adanya peningkatan 40 persen jumlah kematian yang terjadi di rumah.

Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist memperingatkan, dampak kesehatan akibat gelombang panas belum berakhir meskipun suhu mulai menurun di sejumlah wilayah. Prancis, tegas ia, kini mengalami “jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya,.

Sementara itu, layanan medis darurat Paris (SAMU) melaporkan 80 kematian pada Sabtu, termasuk 30 kasus serangan jantung. Angka tersebut sedikit turun dibandingkan 109 kematian yang tercatat pada Jumat.

Baca juga:

Superkomputer Ramal Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Prancis, Siapa Juaranya?

Pihak berwenang menegaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup kasus yang ditangani oleh layanan darurat Paris dan tidak mencerminkan keseluruhan jumlah kematian di ibu kota.

Adapun lonjakan angka kematian itu terjadi setelah Prancis mengalami 11 hari berturut-turut cuaca panas ekstrem di sebagian besar wilayah Prancis.

Meskipun suhu mulai menurun di sejumlah daerah pada Minggu (28/6) setelah badai petir hebat, rumah sakit masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya kasus penyakit terkait panas serta komplikasi medis yang muncul belakangan.

Observatorium Keraunos mencatat, lebih dari 127.000 sambaran petir tercatat di seluruh Prancis pada Sabtu malam, dengan aktivitas listrik paling intens terjadi antara kawasan Paris dan wilayah Hauts-de-France.

Meski kondisi cuaca lebih sejuk, badan meteorologi Meteo-France tetap mempertahankan status siaga oranye gelombang panas di 22 departemen pada Senin, termasuk Paris dan wilayah sekitarnya, serta sebagian wilayah tenggara dan timur Prancis. (*)

Baca Artikel Asli