MerahPutih.com - Sebanyak 1.999 dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia ditutup karena tidak mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga batas waktu yang ditetapkan.
Dari total awal 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hasil penyisiran terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) menyusut menjadi 27.022 dapur.
Baca juga:
Update data per Senin 7 September pukul 17.00 WIB kemarin, menunjukkan 1.999 dapur SPPG tidak melakukan pendaftaran SLHS sama sekali.
Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak mendaftar sama sekali,
Kepala BGN Sudaryono, Selasa (8/9).
Daerah Sebaran Dapur MBG Mangkir Daftar SLHS
- Wilayah 1 (Sumatera): 351 dapur ditutup
- Wilayah 2 (Jawa & Banten): 1.417 dapur ditutup
- Wilayah 3 (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua): 231 dapur ditutup

Kepala BGN Sudaryono (MP/Didik)
BGN Investigasi Motif SPPG Mangkir Daftar SLHS
Menurut Sudaryono, pendaftaran SLHS ke dinas kesehatan setempat merupakan syarat mutlak untuk SPPG dapat beroperasi.
Sudaryono menegaskan penutupan ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari komitmen menjaga kualitas gizi dan keselamatan penerima manfaat MBG.
Baca juga:
Kepala BGN Ultimatum SPPG Tidak Urus SLHS Sampai 10 Agustus Ditutup Permanen
BGN berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan evaluasi berjalan ketat. Dilansir Antara, langkah ini diambil setelah sebelumnya BGN juga mencopot ratusan kepala SPPG yang lalai dalam standar sanitasi.
1.999 SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,
Kepala BGN Sudaryono
(*)