Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Indeks Kesiapan Masa Depan Dunia Kerja RI Lampaui Malaysia, Tetapi Lemah di Kualitas Lulusan PT

Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026

MerahPutih.com – Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam QS World Future Skills Index 2027, naik 15 peringkat ke posisi 32 dari 89 negara.

Skor 73,7 menempatkan Indonesia di peringkat keempat di antara 24 negara berpendapatan menengah ke atas. Namun, di balik capaian ini, kualitas lulusan perguruan tinggi masih menjadi titik lemah.

Baca juga:

Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia

Lonjakan di Transformasi Ekonomi

Indeks QS menilai kesiapan negara melalui empat indikator: Keselarasan Keterampilan (Skills Alignment), Kesiapan Akademik (Academic Readiness), Masa Depan Pekerjaan (Future of Work), dan Transformasi Ekonomi (Economic Transformation).

Indonesia mencatat peningkatan di semua indikator:

Kekuatan terbesar Indonesia ada pada Transformasi Ekonomi, dengan sub-skor Kapasitas Ekonomi 98,9, bahkan melampaui Amerika Serikat yang mencatat 91,7.

Peningkatan ini mencerminkan semakin baiknya keselarasan antara perkembangan ekonomi nasional dengan kebutuhan keterampilan tenaga kerja masa depan,

tulis laporan QS.

Perguruan Tinggi Jadi Tantangan

Meski unggul di pasar kerja, Indonesia masih tertinggal dalam kualitas akademik. Skor 72,1 pada indikator Kesiapan Akademik berada di bawah rata-rata Asia Timur dan Pasifik (87,8).

QS menilai perkembangan ekonomi Indonesia bergerak lebih cepat dibandingkan kapasitas perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan dunia pendidikan.

Baca juga:

Aturan Pensiun 59 Tahun, Pekerja Senior Perlu Adaptasi Teknologi Agar Tetap Relevan di Dunia Kerja

Indonesia vs Malaysia

Menariknya, Indonesia unggul dibanding Malaysia dalam kesiapan pasar kerja menghadapi transformasi teknologi.

Artinya, pasar tenaga kerja Indonesia dinilai lebih siap menghadapi perubahan industri berbasis kecerdasan buatan (AI), meski universitas belum mampu sepenuhnya memasok kebutuhan tersebut.

QS menekankan pentingnya strategi Indonesia untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi bertaraf internasional agar kesenjangan ini bisa ditutup. (Tka)

Baca Artikel Asli