Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Siklon Bavi di Filipina Meluas, Gelombang Laut Ekstrem Ancam Indonesia dalam 24 Jam ke depan

Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di wilayah timur Indonesia untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Bavi yang kini bergerak ke arah barat laut.

Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan siklon Bavi terpantau berada di kawasan Laut Filipina, tepatnya di timur laut Filipina.

Baca juga:

BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Bavi, Hujan Lebat Berpotensi Meluas di Sejumlah Wilayah

Fenomena siklon tropis seperti Bavi kerap muncul di sekitar Laut Filipina dan Samudra Pasifik barat. Meski tidak selalu masuk ke wilayah Indonesia, perluasan dampaknya sering menimbulkan cuaca ekstrem di kawasan timur nusantara.

Siklon Tropis Bavi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon sejak 2 Juli, lalu masuk wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026,

Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani di Jakarta, Kamis (9/7).

Ancaman Ekstrem dalam 24 Jam ke Depan

BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum di pusat sistem dalam 24 jam ke depan masih persisten dengan intensitas bertahan pada kategori empat.

Pergerakan massa udara akibat siklon ini memicu potensi angin kencang di daratan Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya pada Jumat (10/7).

Baca juga:

Lawan Siklon Ekstrem, DPR RI Dorong BMKG Optimalkan Teknologi Pengendali Awan

Dinamika atmosfer juga memengaruhi kondisi perairan nasional. BMKG mendeteksi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua.

Waspadai Gelombang Ekstrem Laut di Perairan Indonesia

Ancaman lebih ekstrem berupa gelombang tinggi 2,5–4,0 meter diproyeksikan melanda perairan Laut Maluku serta kawasan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

Untuk itu, BMKG menegaskan masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut perlu meningkatkan kewaspadaan.

Dampak tidak langsung siklon tropis ini bisa menimbulkan risiko bagi aktivitas pelayaran dan perikanan. Kami imbau agar masyarakat memperhatikan informasi resmi BMKG,

Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani.

(*)

Baca Artikel Asli