Trump Serang Facebook, Twitter, dan Google, Ini Alasannya

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 09 Juli 2021
Trump Serang Facebook, Twitter, dan Google, Ini Alasannya

Donald Trump saat Melakukan Pekerjaan Sebagai Presiden. (Foto: history-in-hd-05QvOWAzN3I/unsplash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MANTAN Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, mulai bergerak mengajukan keberatannya kepada tiga perusahaan teknologi, yaitu Facebook, Twitter, dan Google. Keberatan tersebut diungkapkannya dalam bentuk gugatan ataupun tuntutan.

Dilansir dari ANTARA, satu penyebab utama keberatan Trump adalah ketiganya dituduh membungkam suara golongan konservatif. Ketiga perusahaan itu dirincikan sebagai Facebook Inc., Twitter Inc., dan Google, yang berdasarkan kasus tersebut, anak perusahaannya, Alphabet Inc. yang terkena tuntutan.

Baca juga:

Mengenal Proses 'Centang Biru' Twitter

Trump akan mewakili pengguna Facebook, Twitter, dan YouTube yang merasa dibungkam oleh ketiga perusahaan itu. Oleh karena itu, status gugatan atau tuntutan dari Trump berbentuk Class Action.

“Kita akan mendapatkan kemenangan bersejarah untuk kebebasan Amerika dan saat bersamaan, kebebasan untuk berekspresi,” ungkap Trump saat temu pers di New Jersey seperti dilansir dari Reuters, pada 8 Juli.

Pernyataan 'Perang' Donald Trump Melawan Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: YouTube Reuters)
Pernyataan 'Perang' Donald Trump Melawan Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: YouTube Reuters)

Reuters menuliskan bahwa Trump mengajukan tiga tuntutan dengan satu tuduhan sama terhadap CEO masing-masing perusahaan yang dimaksud. Yaitu Mark Zuckerberg sebagai pencipta Facebook, Jack Dorsey sebagai penggagas Twitter, dan Sundar Pichai sebagai CEO veteran Google.

Keberatan yang dilakukan Trump melalui tuntutan atau gugatan ini, diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika yang berdomisili di Miami. Isinya adalah pernyataan bahwa ketiga media sosial (medsos) itu melanggar hak kebebasan berbicara yang dicatatkan Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.

Baca juga:

Cara Mengetahui Titik Penyekatan PPKM Darurat dengan Google Maps

Hak kebebasan berbicara yang dibungkam disebut sensor, sehingga sensor pada kelompok konservatif menjadi faktor pendorong Trump mengajukan keberatannya kepada ketiga perusahaan itu. Trump mewakili kelompok konservatif ataupun yang dibungkam, tapi ada juga yang tidak setuju dengan perbuatan Trump.

Dilansir dari Reuters, Profesor Hukum Universitas Northwestern, Paul Gowder, mengatakan bahwa tuntutan atau gugatan dari Trump merupakan hal yang sulit dan tidak masuk diakal. Ia menggambarkan kepada Reuters bahwa Trump merencanakan ketiga perusahaan untuk tunduk pada persyaratan Amandemen Pertama dalam urusan sensor, seperti halnya pemerintah pusat.

Cuitan Paul Gowder Mengenai Tuntutan Trump kepada Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: Twitter/@PaulGowder)
Cuitan Paul Gowder Mengenai Tuntutan Trump kepada Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: Twitter/@PaulGowder)

Namun, Gowder tidak menceritakan tuntutan hukum lebih detail mengenai perubahan pendekatan perusahaan medsos melalui pemerintah. Di sisi lain, ketiga perusahaan memiliki tanggapan berbeda. Twitter menolak menjawab, sedangkan Facebook dan Google belum menyampaikan jawabannya kepada publik.

Video keberatan Trump kepada ketiga perusahaan, dapat dilihat dari YouTube Reuters berjudul Trump Sues Facebook, Twitter, and Google, claiming censorship. Video berdurasi dua menit 34 detik itu disukai 716 dan ditonton lebih dari 20 rb kali pengguna YouTube. (Bed)

Baca juga:

Rekomendasi Vinyl Player Terbaik untuk Kolektor Pemula

#Selebriti #Twitter #Facebook #Google #Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Tekno
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Android 17 hadir dengan fitur transfer data iPhone tanpa kabel, AI Gemini Intelligence, keamanan lebih ketat, multitasking canggih, dan dukungan HyperOS 4 untuk sejumlah HP Xiaomi
ImanK - Jumat, 19 Juni 2026
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Bagikan