Tiga Tuntutan FSPMI di Hari Buruh

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 01 Mei 2020
Tiga Tuntutan FSPMI di Hari Buruh

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi di depan kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Jumat (6/3/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyampaikan tiga tuntutan di Hari Buruh Internasional melalui aksi yang dilakukan secara virtual lewat media sosial.

Tiga tuntutan buruh metal itu yakni tolak Omnibus Law, stop pemutusan hubungan kerja (PHK), dan liburkan buruh dengan upah serta THR 100 persen.

Baca Juga

Rencana Datangkan Ratusan TKA Bertentangan dengan Upaya Pencegahan COVID-19

Sekjen DPP FSPMI, Riden Hatam Aziz mengatakan aksi buru secara virtual tahun ini mengangkat tema "Dana for solidarity pangan dan kesehatan".

"Di hari buruh ini kami tidak melakukan unjuk rasa atau aksi di tempat-tempat umum atau di gedung-gedung pemerintah. Kami melakukan aksi di medsos," katanya di Jakarta, Jumat (1/5)

Riden menyebutkan para buruh menyampaikan tuntutannya pada peringatan Hari Buruh Internasional 2020 ini melalui saluran facebook, twitter, intagram, dan pesan grup whatsapp.

View this post on Instagram

SERUAN AKSI VIRTUAL MAY DAY 2020 Tahun ini, peringatan May Day (Hari Buruh) tidak dilakukan dengan turun ke jalan. Tetapi dilakukan melalui aksi virtual di akun media sosial masing-masing pekerja, baik di Twitter, Facebook, Instagram, dan lain sebagainya. Tema Adapun tema yang diusung: 1. Tolak Omnibus Law 2. Stop PHK 3. Liburkan Buruh ( Work From Home) dengan upah dan THR 100%. Hal lain yang wajib dilakukan: 1. Melakukan penggalangan dana untuk *solidaritas pangan dan kesehatan*. Di beberapa daerah, kawan-kawan juga bisa membuka lumbung pangan, mengumpulkan bahan makanan untuk masyarakat sekitar. Serta membagikan APD, Masker, Hand Sanitizer ke Rumah Sakit. 2. Pemasangan spanduk di perusahaan dan tempat-tempat strategis terkait dengan tiga isu di atas. Bentuk Aksi Virtual Aksi virtual ini dilakukan serentak pada tanggal 1 Mei 2020 pada jam 04.00 wib, 10.00, dan 12.00 wib. Setiap anggota wajib nge-tweet, update status di Facebook dan Instagram minimal pada tiga waktu tersebut. Status bisa berupa tulisan, gambar, video terkait dengan tiga isu di atas. Wajib mencantumkan tagar #TolakOmnibusLaw #StopPHK #LiburkanBuruhDenganUpahTHRPenuh Jangan lupa untuk men-share/retweet, like, dan berkomentar dalam media sosial yang bertagar sama. *Catatan:* Ikuti Fb Suara FSPMI Twitter dan Instagram fspmi_kspi untuk mendapatkan update terbaru berupa parade foto dan video terkait perjuangan buruh pada tanggal 1 Mei 2020.

A post shared by ‎FSPMI_KSPI (@fspmi_kspi) on

Dalam aksinya, FSPMI akan menampilkan parade foto dan video terkait perjuangan buruh yang diunggah di laman media sosial facebook suara FSPMI serta twitter dan instagram @fspmi_kspi.

Selain itu, dalam aksi melalui medsos tersebut para buruh menggunakan tanda pagar (tagar) #TolakOmnibusLaw, #StopPHK dan #LiburkanBuruhDenganUpahTHRPenuh.

Riden menyebutkan, aksi secara virtual ini dinilai efektif berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan FSPMI minggu lalu.

FSPMI menginstruksikan seluruh anggotanya untuk mengirim WA ke, Ketua DPR RI, para Wakil Ketua, Ketua Baleg, dan Fraksi DPR RI berupa #Batalkan Omnibuslaw #Tunda pembahasannya, fokus lawan Covid19.

"Cukup efektif, dengan bukti Ketua Baleg dan para wakil DPR RI merespon dengan cara mereka menulis di Tweet dan IGnya bahwa aksi terbesar para buruh melalui medsos baru kali ini, hebat, solid!," kata Riden dilansir Antara

Aksi peringatan hari buruh internasional melalui media sosial telah dimulai sejak pukul 04.00 WIB, buruh kembali akan menyuarakan tuntutannya melalui media sosial pada pukul 10.00 WIB dan 12.00 WIB.

Baca Juga

Peringati May Day, Ini Empat Museum di Dunia yang Menceritakan Perjuangan Buruh

Terkait tuntutan buruh, salah satunya terkait PHK, FSPMI menerima laporan ratusan buruh di PHK selama masa pandemi COVID-19, begitu juga dengan buruh yang di rumahkan.

Secara nasional jumlah buruh anggota FSPMI yang diPHK tercatat sebanyak 507 orang dan yang dirumahkan sebanyak 20 orang serta diputus kontrak sebanyak 14 orang.

"Kedepan diperkirakan akan bertambah kecenderungannya," pungkasnya. (*)

#May Day #Hari Buruh #Hari Buruh Internasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Indonesia
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Polda Jabar menetapkan enam tersangka kerusuhan May Day di Bandung. Mayoritas pelajar, terbukti lakukan pembakaran dan perusakan fasilitas publik di Tamansari.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Indonesia
Ketika Prabowo Ingatkan Massa Buruh Cewek, Gue Presidennya Bukan Teddy
Peringatan Hari Buruh di Monas diwarnai momen unik saat Presiden Prabowo Subianto berseloroh kepada massa buruh yang bersorak untuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Ketika Prabowo Ingatkan Massa Buruh Cewek, Gue Presidennya Bukan Teddy
Indonesia
Polda Metro Jaya Cegah Upaya Penyusupan yang Ingin Buat Rusuh saat May Day 2026
Polda Metro Jaya mengedepankan pelayanan pengamanan yang humanis, persuasif, dan edukatif.
Dwi Astarini - Sabtu, 02 Mei 2026
Polda Metro Jaya Cegah Upaya Penyusupan yang Ingin Buat Rusuh saat May Day 2026
Indonesia
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Aksi perusakan tersebut meliputi pembakaran banner, perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Indonesia
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Akibat aksi itu, tiga kaca pecah diduga dilempar menggunakan batu berukuran besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Indonesia
Peringatan May Day, Pemkot Jamin Memperjuangan Hak dan Kesejahteraan Buruh
Melalui Dinas Ketenagakerjaan Solo, Walkot Solo akan menyurati perusahaan-perusahaan yang belum memberikan gaji layak dan jaminan tak sesuai.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Peringatan May Day, Pemkot Jamin Memperjuangan Hak dan Kesejahteraan Buruh
Indonesia
Tegaskan Potongan Ojol Jadi di Bawah 10 Persen, Presiden Prabowo: yang Keringat Ojol, aku Dapat Duit, Sorry Ye
Kepala Negara menegaskan tidak setuju dengan besaran pemotongan dan meminta agar potongan ojol dikurangi di bawah 10 persen.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Tegaskan Potongan Ojol Jadi di Bawah 10 Persen, Presiden Prabowo: yang Keringat Ojol, aku Dapat Duit, Sorry Ye
Bagikan