Kuliner

Sedap Nikmat Sajian Khas Betawi

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 21 Juni 2022
Sedap Nikmat Sajian Khas Betawi

Nasi uduk khas Betawi kini jadi favorit banyak orang. (foto: qraved)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUKU Betawi sebagai empunya Jakarta punya kekayaan kuliner nan unik. Akulturasi budaya berbagai daerah terlihat dalam beberapa sajian khas Betawi. Unsur sajian Tionghoa, Sunda, hingga Melayu muncul di makanan favorit warga Betawi yang kini juga jadi kegemaran warga Ibu Kota.

Dengan pengaruh dari berbagai daerah itu, kuliner Betawi punya ciri khas makanan berkuah, menggunakan bahan nasi atau setidaknya menggunakan nasi sebagai pelengkap, menggunakan berbagai rempah mulai dari kunyit, jahe, ketumbar, daun salam, hingga serai. Selain itu, masakan Betawi dikenal banyak menggunakan telur. Salah satu yang terkenal ialah kerak telur.

Namun, selain kerak telur nan tersohor itu Betawi masih punya sajian andalan yang bisa membuat lidah menari.

BACA JUGA:

Foodies, Kuliner Khas Jakarta ini Wajib Kamu Coba

1. Sayur Asem Betawi

Sayur asem Betawi punya kuah bening.(foto: selerasa.com)

Di Indonesia, ada berbagai variasi sayur asem yang dikenal. Selain khas Sunda, ada juga sayur asem khas Jawa Timur-an dan Betawi.

Meskipun sepintas terlihat sama, sayur asem khas Betawi punya beberapa kekhasan yang bikin sajian ini unik. Jenis sayuran yang digunakan dalam sayur asem Betawi tak terlalu banyak, bahkan ada yang menambahkan jengkol ke dalamnya.

Selain itu, dari segi tampilan kuah, sayur asem Betawi tampil bening karena tak menggunakan kemiri dalam bumbu halusnya. Selain itu, sayur asem Betawi banyak variasi isinya. Ada yang versi sayur asem oncom, sayur asem jengkol, dan sayur asem kangkung.

Saking enaknya sayur asem khas Betawi ini, Taste Atlas, pada 2020, menempatkan sajian ini di nomor 12 daftar 100 sup terenak Asia.

2. Asinan betawi

Asinan Betawi terdiri dari berbagai sayuran yang diacar. (foto: resepnusantara.id)

Jika orang luar negeri punya sajian sayur segar berupa salad, orang Betawi punya hidangan tak kalah segarnya, yakni asinan Betawi. Asinan adalah makanan yang dibuat dengan cara pengacaran, yakni melalui pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka. Biasanya yang diasinkan atau diacarkan ialah berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Istilah asinan mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam.

Asinan sangat mirip dengan rujak. Perbedaan utamanya ialah bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar.

Ada banyak jenis asinan, tetapi yang paling terkenal ialah asinan Betawi dan Bogor. Asinan sayuran orang Betawi dari Jakarta termasuk yang banyak digemari. Sejak dulu, makanan satu ini punya pencinta setianya.

Berbeda dengan asinan Bogor yang berisikan buah, asinan Betawi terdiri dari berbagai jenis sayuran yang diasinkan dan diawetkan, sepert sawi, kubis, taoge, tahu, dan selada. Semuanya disajikan dalam bumbu kacang yang dicampur cuka dan cabai. Tak ketinggalan taburan kacang goreng dan kerupuk (khususnya kerupuk mi). Enggak sulit menemukan asinan di Ibu Kota, makanan ini acap dijual di rumah makan, warung, dan pedagang keliling.

BACA JUGA:

5 Kuliner Legendaris Jakarta

3. Nasi uduk Betawi

nasi uduk ayam goreng kebon kacang
Nasi uduk Kebon Kacang dengan tampilan khas dibungkus daun pisang berbentuk kerucut. (foto: gotravelley)

Nasi jadi salah satu bahan makanan yang jadi ciri khas di kuliner Betawi. Selain sajian kerak telur yang menggabungkan nasi dan telur, ada juga nasi uduk Betawi nan melegenda.

Meski dikenal sebagai nasi uduk dari Betawi. Namun, jangan salah, nasi uduk ternyata berawal dari tanah Melayu.

Meskipun nama nasi uduk berasal dari bahasa Sunda 'uduk' yang berarti bersatu atau bercampur, makanan ini rupanya dibawa para pedagang dari tanah Melayu pada abad 14 hingga 16. Perdagangan yang meluas membuat mereka hijrah dari Pulau Sumatra ke Pulau Jawa. Secara otomatis, mereka juga membawa serta kekayaan kuliner mereka.

Dalam kisah lainnya, kata 'uduk' diartikan 'susah'. Hal itu mungkin karena nasi uduk hanya bisa dibeli di pasar. Selain itu, sajian ini umumnya dijual di gerobak.

Namun kini tak lagi demikian. Nasi uduk bisa dengan mudah ditemukan. Tak hanya di pasar, nasi uduk bisa dijumpai dari kedai, hingga restoran. Menu ini enak disantap saat sarapan, makan siang, bahkan untuk pengganjal perut di malam hari.

Di Jakarta, nasi uduk pertama kali dijual di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nasi uduk Kebon Kacang identik dengan nasi uduk yang dibungkus daun pisang bentuk kerucut dengan taburan bawang goreng.

Berbeda dengan nasi putih biasa, tekstur nasi uduk tidak lengket dan rasanya pun tidak benyek. Aromanya pun punya ciri khas tersendiri dan sangat harum. Ini disebabkan nasi uduk dimasak setengah matang (diaron) dulu dengan santan dan berbagai bumbu lain seperti daun jeruk, lengkuas, serai, dan daun salam. Setelah itu, nasi dikukus sampai matang. Mantapnya lagi, nasi uduk ini disajikan dengan lauk pauk seperti ayam goreng, tahu tempe, sambal teri, mi goreng, telur rebus, dan taburan bawang goreng. Ah, enak!

4. Lontong Sayur Betawi

lontong sayur betawi
Lontong sayur Betawi dulunya hanya ada saat hari raya. (foto: beautynesia)

Sama seperti sayur asem, lontong sayur juga ada banyak versi. Ada khas Medan, Minang, juga Betawi.

Dulunya, lontong sayur Betawi hanya muncul pada perayaan hari besar seperti ketika tiba Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Lontong sayur Betawi dibuat dari labu atau pepaya muda yang diiris-iris. Kuahnya menggunakan santan dengan racikan bumbu sedap khas Betawi. Tambahan kerupuk dan suiran ayam menjadikan sajian khas ini terlihat sangat komplit.(dwi)

BACA JUGA:

Sayur Besan, Kuliner Khas Betawi yang Sulit Ditemukan

#Kuliner #HUT Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol, Hidupkan Kembali Rumah Kreativitas Jakarta
JAKALCER FEST 2026 hadir di Pasar Seni Ancol, menghadirkan seni, budaya, kuliner, kompetisi kreatif, dan kolaborasi menuju 5 Abad Jakarta.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol, Hidupkan Kembali Rumah Kreativitas Jakarta
Indonesia
HUT ke-499 Jakarta, Malam Ini Ada Haul Akbar Ulama Habaib Betawi Tahun 2026 di Monas
kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk terus melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses transformasi Jakarta menuju kota global.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
HUT ke-499 Jakarta, Malam Ini Ada Haul Akbar Ulama Habaib Betawi Tahun 2026 di Monas
Fun
Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Tahun ini, Rumah Indofood hadir di Jakarta Fair dengan tema Semua Ada di Rumah Indofood.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
  Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Indonesia
Semarak HUT Jakarta, Masuk Ragunan Gratis dan Ada Game Berhadiah Menarik
Akses masuk gratis ke Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 2026 serta 27–28 Juni 2026 sebagai bagian dari perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Semarak HUT Jakarta, Masuk Ragunan Gratis dan Ada Game Berhadiah Menarik
Indonesia
Jelang 500 Tahun Jakarta, Eks Ketua DPRD DKI Prasetyo Minta Pemprov Tata Bantaran Sungai Atasi Banjir
Jakarta telah mengalami Kemajuan signifikan, tapi masih memiliki sejumlah tantangan yang mesti diselesaikan untuk mewujudkan kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Jelang 500 Tahun Jakarta, Eks Ketua DPRD DKI Prasetyo Minta Pemprov Tata Bantaran Sungai Atasi Banjir
Indonesia
Gratis Naik Transportasi Umum 27-28 Juni, Hadiah Meriahkan HUT Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan itu sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota yang jatuh pada 22 Juni.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Gratis Naik Transportasi Umum 27-28 Juni, Hadiah Meriahkan HUT Jakarta
Indonesia
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan menggratiskan Ancol, Ragunan, museum, dan perpustakaan saat HUT ke-499 Jakarta. Transportasi umum gratis juga sedang disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 07 Juni 2026
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Indonesia
Cek dulu nih, Kantong Parkir untuk Jakarta Future Festival di TIM
Pemprov DKI juga telah menyediakan sejumlah lokasi parkir resmi di sepanjang Jalan Cikini, Raden Saleh, dan sekitarnya.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Cek dulu nih, Kantong Parkir untuk Jakarta Future Festival di TIM
Indonesia
PRJ 2026, Target Transaksi Mencapai Rp 8 Triliun
Target yang ditetapkan ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yakni 5,9 juta pengunjung dengan nilai transaksi Rp 7,3 triliun.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
PRJ 2026, Target Transaksi Mencapai Rp 8 Triliun
Fun
Jakarta Future Festival Gandeng 500 Kolaborator, Menavigasi Menuju 5 Abad Kota Jakarta
Pembangunan kota tidak dapat dilakukan pemerintah semata, tapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kota.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
 Jakarta Future Festival Gandeng 500 Kolaborator, Menavigasi Menuju 5 Abad Kota Jakarta
Bagikan