MERAHPUTIH.COM - USIA Kota Jakarta sudah tidak muda lagi, pada 2027, Ibu Kota genap berumur 500 tahun. Namun, harus ada pembenahan supaya Ibu Kota semakin baik. Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014–2024, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan sejumlah catatan dan pandangannya mengenai arah pembangunan Jakarta di masa depan.
Prasetyo menilai Jakarta telah mengalami kemajuan signifikan, tapi masih memiliki sejumlah tantangan yang mesti diselesaikan untuk mewujudkan kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing.
"Soal pembangunan manusia sebagai Fondasi Kemajuan Jakarta. Ini enggak bisa cuma diukur dari infrastruktur dan gedung pencakar langit. Namun, bagaimana kualitas sumber data manusianya," kata Prasetyo di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Oleh karena itu, selama 10 tahun menjabat Ketua DPRD ia mendukung program prioritas DKI pada layanan pendidikan dan kesehatan juga memperketat pengawasan pelaksanaan program.
Baca juga:
Gratis Naik Transportasi Umum 27-28 Juni, Hadiah Meriahkan HUT Jakarta
Kemudian, ia menyoroti pengembangan transportasi publik sebagai solusi kemacetan Jakarta. Prasetyo menilai penguatan integrasi antarmoda sudah mulai berjalan.
"Sebab saya percaya kalau ini sudah optimal baik semua, enggak ada lagi yang mau pakai kendaraan pribadinya. Semuanya naik transportasi umum," terangnya.
Selanjutnya, politikus PDI Perjuangan ini menyoroti normalisasi sungai perlu terus dilakukan sebagai solusi pengendali banjir. Ia mengakui selama 10 tahun perjalanannya sebagai pemimpin legislator DKI belum sukses menuntaskan masalah tersebut.
"Tapi saya lihat Mas Pram (Gubernur DKI Jakarta) concern sekali dan titik-titik banjir kita bisa lihat sudah mulai berkurang. Intinya penataan kawasan bantaran perlu terus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan lingkungan," tegasnya.
Menurutnya, saat ini Pemprov DKI juga perlu menambahkan skala prioritas yang fokus pada lingkungan hidup sebagai kota global. Jakarta harus tumbuh sebagai kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penambahan ruang terbuka hijau, pengendalian polusi udara, serta pengelolaan sampah yang modern harus menjadi agenda utama. "Kalau pemerintah sudah seperti itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan partisipasi yang aktif," ungkapnya.
Prasetyo juga menyebut tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif. Sebab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sudah seharusnya pemerintahan berjalan dengan profesional, transparan, dan akuntabel. Transparansi di DPRD DKI Jakarta, dikatakannya sudah berlangsung saat ia menjabat mulai tahun 2015.
"Saya yakin di kepemimpinan Mas Pram dan Pak Ketua DPRD yang baru ini transparansi dan akuntabilitas dapat semakin optimal dan dapat merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien," ungkapnya.
Prasetyo menegaskan usia 500 tahun bukan sekadar perayaan sejarah Jakarta, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Jakarta pada masa depan akan ditentukan kemampuan seluruh elemen dalam membangun kota yang maju, inklusif, berkelanjutan, dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.(Asp)
Baca juga: