Laba Bersih Bank DKI Tumbuh 4,35 Persen pada Triwulan Pertama 2021

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 07 Mei 2021
Laba Bersih Bank DKI Tumbuh 4,35 Persen pada Triwulan Pertama 2021

Kantor Bank DKI. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Laba bersih Bank DKI tumbuh 4,35 persen pada triwulan pertama di tahun 2021 per Maret 2021 sebanyak Rp192 miliar dibandingkan Maret 2020 lalu sebesar Rp184 miliar.

"Ini membanggakan di tengah pandemi yang terjadi," ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/5).

Baca Juga

Bank DKI Raih Penghargaan BUMD Terbaik

Pencapaian laba bersih tersebut, tidak terlepas dari kinerja Bank DKI yang mencatatkan pertumbuhan cukup baik dibandingkan periode sebelumnya.

Dari data yang dipaparkan Bank DKI, aset mereka bertumbuh 20,4 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak Rp46,2 triliun menjadi Rp55,6 triliun.

Kemudian dari sisi kredit dan pembiayaan per Maret 2021 adalah sebesar Rp33,6 triliun yang meningkat 4 persen dari sebelumnya sebanyak Rp32,3 triliun.

"Sisi kredit dan pembiayaan ini mengalami peningkatan positif, menndadakan mulai pulihnya ekonomi nasional termasuk di Jakarta, yang mulai tumbuh setelah recovery dari dampak pandemi COVID-19," ucap Herry.

Bank DKI

Untuk Dana Pihak Ketiga (Giro, Tabungan, Deposito), Bank DKI mencatat pertumbuhan 28,4 persen dari Maret 2020 sebesar Rp33,4 triliun menjadi Rp42,9 triliun pada Maret 2021.

Dengan kinerja tersebut, ekuitas Bank DKI per Maret 2021 adalah sebesar Rp9,1 triliun, atau meningkat sekitar 7,85 persen dibanding Maret 2020 sebesar Rp8,5 triliun.

Sementara itu, Humas Bank DKI, Fakhrurozi menuturkan, peningkatan positif ini sangat menggembirakan tidak hanya bagi Bank DKI, tapi bagi semua pihak karena menandakan mulai pulihnya ekonomi di Indonesia, terutama di Jakarta.

"Ini merupkan satu pencapaian kerja yang cukup baik Bank DKI, apalagi di tengah masih terjadinya pandemi. Semoga dengan capaian ini memberikan gambaran pulihnya perekonomian nasional dan Jakarta khususnya," ucap Ozi. (Asp)

Baca Juga
#Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi #Pemulihan Ekonomi #Bank DKI
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (0,46 persen) ke level Rp 17.725 per dolar AS.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Dunia
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Hong Kong resmi menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas negara terbesar dunia. Aset naik 10,7% jadi 2,95 triliun dolar AS, didorong IPO dan family office.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Indonesia
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus bekerja keras menangani berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Lifestyle
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Tekanan ekonomi membuat Gen Z harus lebih selektif dalam mengatur keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Indonesia
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menguat pada pekan depan sehingga pemegang dolar berpotensi mengalami kerugian.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci Indonesia menuju kekuatan ekonomi dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Bagikan