liburan

Menuntaskan Kerinduan Kehangatan Rumah Nenek Setelah Dua Tahun Lebaran Tak Mudik

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Minggu, 24 April 2022
Menuntaskan Kerinduan Kehangatan Rumah Nenek Setelah Dua Tahun Lebaran Tak Mudik

Rumah nenek begitu dirindukan banyak orang saat Lebaran. (Pixabay-Freestock Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA pandemi konsep lebaran Warga +62 bergeser. Tidak ada sungkeman atau makan opor bersama. Semua dilakukan secara virtual. Baik melalui aplikasi Zoom maupun video call. Namun di Zoom, kekurangannya tidak bisa mendengar suara ayam bersahutan saat pagi hari, menghirup udara segar di pedesaan, merasakan dinginnya air sumur ditimba sendiri, melihat orang-orang pawai takbiran sambil bawa bedug dan obor, dan lainnya.

Lebaran virtual memang menghilangkan makna esensial, silaturahmi sekaligus bersentuhan dengan banyak kenangan di kampung halaman, rumah nenek.

Kini, saat mulai landainya angka COVID-19 sehingga melonggarnya aturan PPKM, Warga +62 sudah bisa kembali berjumpa dengan sanak keluarga di kampung halaman. Lebaran bisa lagi merasakan euforia, seperti takbiran di kampung halaman, bahkan main petasan dengan adik sepupu masih kecil. Rumah nenek, memberi banyak kehangatan dan kerinduan akan kampung halaman. Ada sejumlah kebiasaan atau kekhasan dari rumah nenek amat dirindukan.
Pertama, tentu saja kehangatan sosoknya. Wujud cinta sang nenek dibuktikan dengan berbagai hal, termasuk memasak hidangan lebaran terbaiknya untuk cucu-cucunya. Semua hidangannya otentik home made dan hand made.
ketupat
Masukin beras ke ketupat jadi aktifitas paling dirindukan. (Unsplash-Mufid Majnun)
Beberapa hari sebelum lebaran, nenek dan beberapa cucu biasanya berkumpul untuk membuat anyaman daun kelapa muda menjadi ketupat. Nah ketika malam takbiran, biasanya saudara-saudara sibuk berkumpul memasukkan beras ke anyaman ketupat tadi. Sembari memasukkan beras, mereka berbincang saling bertukar kabar. Suasana lantas begitu hidup.
Ketika malam takbiran, beberapa anak ikutan pawai keliling kampung. Ada bawa obor ada juga nabuh bedug. "Allahu Akbar!! Allahu Akbar! Allahu akbar wa lillaahil-hamd!" demikian mereka bertakbir dengan penuh semangat. Capek muter-muter mereka pulang ke rumah lanjut main petasan.
Malam harinya, ada ritual khusus dilakukan para cucu sebelum tidur. Mereka mengatur formasi tidur. Bantal disejajarkan di ruang tamu. Cucu lebih tua biasanya paling berkuasa. Ia bisa milih mau tidur di posisi mana. Posisi pojok biasanya jadi favorit karena paling adem. Cucu lebih muda biasanya pasrah saja terima tidur di mana.
salam tempel
Salam tempel paling ditunggu-tunggu saat Lebaran sehabis pulang salat ied. (Unsplash-Mufid Majnun)
Sebelum tidur biasanya mereka nonton TV bareng. Film ditonton biasanya sajian paket Lebaran. Bocah masih kecil-kecil semangat banget merapikan baju baru bakal dipakai saat salat esok hari. Bajunya disetrika rapi terus digantung, sementara sepatunya diletakkan di lantai dengan rapi.
Paginya, semua semangat. Orang-orang mulai antre buat mandi. Yang bagian terakhir paling apes karena mandi pakai air sisa-sisa. Semua sudah pakai baju lebaran. Baju baru, sandal baru, parfum juga tidak lupa disemprotkan. Beberapa ada sampai effort bawa kantung plastik buat nyimpen sandal barunya biar enggak digondol maling sendal.
Pulang ke rumah, mulai tradisi sungkeman. Yang muda sungkem sama lebih tua. Kegiatan setelah sungkem jadi favorit banyak orang: bagi-bagi amplop! Beberapa biasanya baris rapi banget biar kebagian amplop. Setelah dapat amplop, pelan-pelan ngebuka isinya. Kertas warna merah tentu jadi idaman semua orang.
lebaran
Anak-anak berbaris rapih menanti salam tempel khas Lebaran. (Unsplash-Mufid Majnun)
Agenda dilanjutkan dengan makan opor dan ketupat dibuat bersama-sama sehari sebelumnya."Ih kamu masukin berasnya kebanyakan nih! Ketupatnya jadi keras," ujar salah seorang enggak ikut kontribusi buat ketupat tapi komentar aja.
Besoknya, setelah mengabiskan opor, ketupat, dan ngumpulin amplop, saatnya rebahan sambil habisin nastar buatan nenek. Sementara ada juga sepupu sibuk ngangkat-ngangkat ponsel ke udara, nyari sinyal karena belum ngabarin pacarnya dari Lebaran.
Begitulah beberapa momen nampaknya tahun ini bisa dirasakan lagi saat Lebaran. Momen apa paling kamu rindukan dan nantikan? (Avia)

#April Tematik +62 Bicara Kangen #Lebaran #Kue Lebaran #Tips Lebaran #Tradisi Lebaran
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Berdasarkan data lebih dari 57 persen pendatang baru yang datang ke Jakarta berada pada usia produktif yaitu 20-39 tahun
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Urbanisasi Pasca Lebaran: 7.911 Pendatang Baru Geruduk Jakarta
Indonesia
Ini Lokasi Parkir Pengunjung Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Jakarta
Masyarakat yang akan menyaksikan kegiatan Lebaran Betawi 2026 dilarang memarkirkan kendaraan di badan jalan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Ini Lokasi Parkir Pengunjung Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Jakarta
Indonesia
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,4 persen dibanding kondisi normal dan 2,3 persen dibandingkan Lebaran 2025
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Fun
8 Cara Mengatasi Post Holiday Blues setelah Lebaran, Biar Kembali Semangat!
Ada cara mengatasi post holiday blues setelah Lebaran. Meski terasa mengganggu, kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa langkah.
Soffi Amira - Senin, 30 Maret 2026
8 Cara Mengatasi Post Holiday Blues setelah Lebaran, Biar Kembali Semangat!
Indonesia
Ribuan Kendaraan Belum Menyebrang ke Bali Usai Lebaran, Kemenhub Janjikan Tambah Kapal
Apabila sangat diperlukan jumlah kapal bisa ditambah menjadi 35 sampai dengan 40 kapal dan akan ada 2 kapal bantuan yang kapasitasnya 60 hingga 80 kendaraan
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Ribuan Kendaraan Belum Menyebrang ke Bali Usai Lebaran, Kemenhub Janjikan Tambah Kapal
Indonesia
Okupansi Kereta Api Melampaui 140 Persen pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat fase arus balik Angkutan Lebaran 2026 mencapai puncaknya dengan lonjakan volume pelanggan yang signifikan.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Okupansi Kereta Api Melampaui 140 Persen pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Indonesia
Polda Metro Jaya Turunkan 2.470 Personel Pastikan Keamanan Jabodetabek Tetap Kondusif Pasca Lebaran 2026
Polda Metro Jaya menggelar Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka pengamanan pasca Operasi Ketupat Jaya 2026 di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Kamis (26/3).
Frengky Aruan - Kamis, 26 Maret 2026
Polda Metro Jaya Turunkan 2.470 Personel Pastikan Keamanan Jabodetabek Tetap Kondusif Pasca Lebaran 2026
Indonesia
256 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari di Jalan Tol saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
"Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
256 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari di Jalan Tol saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Indonesia
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Lonjakan penumpang pada 24 Maret juga tercermin dari tingginya okupansi perjalanan, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Penumpang Whoosh Jakarta-Bandung Tembus 24 Ribu dalam Sehari saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
“Jadi bagi siapapun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka, tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas, kapabilitas, atau yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
Bagikan