Tradisi Indonesia

Berbagai Tradisi Takbiran di Indonesia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 08 Mei 2021
Berbagai Tradisi Takbiran di Indonesia

Tradisi daerah yang unik di Negara Indonesia ketika malam takbiran. (Foto: Instagram/@iniaris)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UMAT muslim di Indonesia melakukan takbiran secara serentak menjelang hari raya Idul Fitri. Ini merupakan salah satu cara merayakan kemenangan setelah menjalani puasa di bulan Ramadan.

Malam takbiran yang dilakukan sehari sebelum lebaran kemudian disambut dengan tradisi unik di masing-masing daerah Indonesia. Seperti apa tradisi-tradisi tersebut?

Baca juga:

Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini

1. Meriam Karbit (Pontianak)

Daerah Pontianak menembakkan meriam karbit di malam takbiran. Ini merupakan bentuk simbolik pengusiran roh jahat yang akan kembali mengganggu umat manusia di hari raya Idul Fitri.

Ukuran meriam ini sangat besar, terbuat dari satu pohon yang di lubangi. Sehingga hanya remaja dan orang dewasa saja yang dapat menggunakan meriam tersebut.

Menurut sejarahnya, Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie merupakan seorang pendiri dan sultan pertama di kerajaan Pontianak. Ia dipercaya untuk membawa tradisi malam takbiran ini. Kemudian, ia menyalakan sumbu meriam karbit pada malam menyambut hari raya.

Tradisi ini kemudian disambut positif penduduk dan pemerintah setempat. Bahkan sampai ada penyelenggaraan Festival Meriam Karbit yang juga menjadi bentuk dukungan melestarikan kebudayaan daerah.

2. Perang Meriam Bambu (Bogor)

Hampir mirip seperti di Pontianak, hanya saja berbeda bahan dan ukuran saja. Tradisi ini banyak dilakukan di daerah pulau jawa, salah satunya daerah Bogor. Meriam ini sering disebut perang blecon (lodong) terbuat dari bambu seukuran pipa paralon 3 inci (89 mm) sampai 4 inci (114 mm).

Sesuai dengan namanya, kegiatan ini dilakukan dengan menyalakan banyak meriam yang terbuat dari bambu dan dibariskan memanjang. Kemudian dinyalakan oleh satu orang dengan cepat, sehingga berbunyi secara beruntun seperti sedang perang. Tradisi ini telah dilakukan secara rutin menjelang hari raya islam sejak bertahun-tahun lalu.

3. Tumbilotohe (Gorontalo)

Tumbilotohe tradisi daerah dari Gorontalo yang menerangi kegelapan dengan berbagai lampu. (foto: Instagram/@sholimali)


Tradisi ini tampak seperti festival lampu minyak yang indah. Warga Gorontalo menyusun ratusan hingga ribuan lampu minyak di lapangan kosong. Barisan lampu ini biasanya sudah dikonsep membentuk objek yang berkaitan dengan agama Islam seperti masjid, Al-Quran, hingga ketupat.

Tumbilotohe atau tradisi malam takbiran dengan menyalakan lampu minyak, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-15. Tetapi seiring perkembangan zaman untuk membuat suasana lebih bervariasi, ratusan lampu listrik juga digunakan.

Baca juga:

Tradisi Adat Malam Selikuran Ramadan, Keraton Surakarta Bagikan 1.000 Tumpeng

Budaya turun temurun ini sekaligus menjadi ajang hiburan masyarakat setempat. Biasanya tradisi ini sudah dilaksanakan tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri.

4. Grebeg Syawal (Yogyakarta)

Grebeg syawal memperebutkan hasil bumi yang disusun menyerupai gunung. (foto: Instagram/@jat_18)


Tradisi Grebeg Syawal merupakan bentuk rasa syukur berakhirnya bulan puasa sekaligus merayakan Hari raya Idul Fitri. Di malam takbiran, para warga membuat gunungan hasil bumi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan makanan siap saji. Kemudian, tumpukan tersebut diperebutkan oleh warga sekitar setelah dibacakan doa oleh tokoh agama setempat.

Sebelum diperebutkan warga, gunungan yang berjumlah tujuh buah, akan diarak dari pagelaran Kraton Yogyakarta ke depan Masjid Gede Kauman yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Tujuannnya untuk didoakan terlebih dahulu sebelum diperebutkan warga.

5. Pawai Pegon (Jawa Timur)

Pawai kereta pedati yang ditarik dua ekor sapi. (Foto: YouTube/Hendra Suyanto)

Warga Jawa Timur terutama Jember, akan menyelenggarakan Pawai Pegon. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan puluhan hingga ratusan kereta pedati yang masing-masing ditarik oleh dua ekor sapi serta dihiasi janur kuning sedemikian rupa pada kereta atau sapi.

Kegiatan ini akan berjalan menyusuri persawahan hingga pesisir pantai. Kegiatan ini dilakukan oleh sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Kegiatan setiap tahun ini sekaligus melestarikan keberadaan pegon yang semakin terpinggirkan dan kalah bersaing dengan alat transportasi modern.

6. Meugang (Aceh)

Aceh juga memiliki tradisi malam takbiran yang dikenal dengan Meugang. Tradisi ini merupakan kegiatan memasak daging dan menyantapnya secara bersama-sama dengan anggota keluarga, teman, dan terkadang juga dengan yatim piatu.

Meugang biasa dilakukan tiga kali dalam satu tahun. Di antaranya saat menyambut datangnya bulan ramadan, hari raya Idul Fitri, dan Idul Adha. Diketahui sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu atau masa kerajaan Aceh.

Ketika masa tersebut, Meugang menjadi tradisi menyembelih kurban kambing atau sapi, kemudian dibagikan pada orang kurang mampu. Hal ini menjadi rasa syukur raja terhadap kemakmuran dan terimakasih pada rakyatnya. Karena hal ini sudah lama mengakar di daerah Aceh, sehingga masih dilakukan sampai sekarang dan dalam kondisi apapun, terutama hari raya Islam. (rzk)

Baca juga:

Kain Tenun Kumohu Jadi Warisan Budaya Tak Benda

#Tradisi #Lipsus Bulanan #Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Olahraga
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Lifestyle
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Fashion
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Tradisi
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Indonesia
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Bagikan