Ramadan 2021

Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 14 April 2021
Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini

Nyadran, membersihkan makam leluhur. (Foto: [email protected])

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK tradisi yang dijalankan oleh warga di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menyambut bulan Ramadan. Salah satu tradisi tersebut adalah nyadran.

Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalah tradisi ziarah makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan.

Baca Juga:

Tradisi Nyekar Setiap Tahun Sebelum Puasa

nyadran
Tradisi Nyadran, membersihkan makam dan ditutup dengan kenduri. (Foto: blogkulo)

Kegiatan nyadran diawali dengan kunjungan dan pembersihan makam. Kemudian tabur bunga sembari melantunkan doa-doa untuk arwah keluarga yang sudah meninggal. Di beberapa daerah nyadran juga ditutup dengan kegiatan makan-makan bersama (kenduri). Kegiatan nyadran biasanya dilakukan 2 minggu hingga 1 hari sebelum bulan Ramadan.

Sementara di Kabupaten Gunungkidul Di tradisi nyadran juga dibarengi dengan tradisi mengucap syukur usai masa panen. Warga Gunungkidul biasa mengadakan nyadran usai masa Panen Padi dengan membawa sejumlah hasil bumi, nasi tumpeng dan lauk pauk.

Mereka kemudian mendatangi salah satu lokasi petilasan atau lokasi yang yang dianggap suci. Lokasi tersebut biasanya berupa sumber mata air seperti sumur, sendang atau lokasi yang pernah disinggahi wali songo dan raja-raja dimasa lampau.

Warga kemudian melakukan upacara budaya dan melantunkan doa bersama tokoh agama dan sesepuh. Didalam doa, warga meminta kepada sang pencipta, agar senantiasa diberikan kesehatan serta rejeki panen yang melimpah. Acara nyadran ditutup dengan makan bersama-sama atau kenduri.

Masyarakat Jawa percaya dengan banyak memberi maka mereka akan mendapatkan rezeki yang melimpah. Tradisi ini juga sebagai bentuk salah satu menjaga tali silaturahmi di antara para warga. Selama pandemi tradisi nyadran tetap dilakukan namun dengan sejumlah penyesuaian dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:

Alun-Alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta, Tempat Nongkrong Sambil Melihat Kerbau Bule

nyadran
Nyadran yang dilakukan setahun sekali jelang Ramadan. (Foto: [email protected])

Salah seorang warga di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman DIY, Andri Prasetyo jelaskan terdapat sejumlah pembatasan dalam pelaksanaan tradisi nyadran selama pandemi.

Kegiatan nyadran di kampungnya dilakukan akhir Maret 2021. Peserta Tradisi nyadran tahun ini dibatasi. Warga yang boleh datang ke makam hanya perwakilan saja.

"Biasanya yang ke makam itu hampir semua anggota keluarga. Tapi sekarang yang maksimal 1 orang perwakilan dari setiap KK. Sebelum pandemi yang datang bisa sampai ratusan orang. Tapi sekarang cuma puluhan saja. Banyak juga warga yang tidak ikut nyadran karena alasan kesehatan," ujar Andri di Yogyakarta, Selasa (13/04).

Selain itu waktu pelaksanaan diubah dari biasanya pagi atau siang hari menjadi malam hari. Durasi kegiatan nyadran dibatasi maksimal hanya 30 menit saja.

Sejumlah kegiatan seperti tausiyah, ceramah dan kata sambutan pun dihilangkan. Warga yang ikut wajib memakai masker dan jaga jarak.

"Jadi kita ke makam itu hanya doa tahlilan saja. Kemudian langsung pulang. Bersih-bersih makam sudah dilakukan kan oleh perwakilan warga," pungkas pria yang tinggal di Dusun Karang Tengah, Nogotirto ini.

Walau mengalami sejumlah perubahan, Andri mengatakan makna utama dari nyadran tidak pernah berubah. Ia tetap bisa berdoa khusyuk untuk almarhum keluarganya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Unggahan, Cara Masyarakat Banyumas Sambut Ramadan

#Ramadan #Bulan Ramadan #Jelang Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Fashion
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Indonesia
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Fashion
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Tren modest wear kini tak hanya berkembang secara global, tetapi juga semakin menguatkan akar lokalnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Indonesia
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Sebelum one way nasional ini diberlakukan, polisi lebih dulu membersihkan lajur dan rest area.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Indonesia
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Syafrin juga berujar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah penumpang meski tidak signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Indonesia
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Rabu dini hari volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Diskominfo juga menyediakan informasi kondisi lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik Dinas Perhubungan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Bagikan