Parenting

3 Alasan Mandi Jadi Trik Parenting yang Efisien pada Balita

annehsannehs - Kamis, 31 Desember 2020
3 Alasan Mandi Jadi Trik Parenting yang Efisien pada Balita

Buatlah anak selalu nymana. (Foto: Pexels/Eman Genatilan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA membahas tentang mengurus anak balita susah-susah mudah. Bukan rahasia lagi, meskipun mengharapkan anak namun tetap saja kerepotan ketika mengurusnya.

Di tengah pandemi pun, rasanya menjadi tantangan tersendiri dalam mengurus anak, seperti belajar dan bersantai di rumah. Nah, bath time alias mandi menjadi solusinya. Dilansir dari Healthline, berikut merupakan tiga alasan mandi dapat menjadi trik parenting yang efisien.

Baca Juga:

Digital Parenting, Mengupas Metode Didik Orang Tua di Era Kekinian

1. Makan berantakan

Makan berantakan adalah hal yang wajar untuk anak-anak. (Foto Pixabay/platinumportfolio)
Makan berantakan adalah hal yang wajar untuk anak-anak. (Foto Pixabay/platinumportfolio)

Anak memang harus diajarkan untuk makan sendiri. Meski begitu, risiko yang harus ditanggung oleh orangtua adalah makanan yang berceceran ke mana-mana termasuk wajah, tangan, kaki, baju, celana, meja, kursi, bahkan lantai. Meski begitu, kamu bisa langsung mengarahkan anakmu ke bathtub dan meletakkan mereka disana. Mereka akan merasa senang karena bisa makan sambil mandi, dan orangtua pun tidak harus menghabiskan waktu untuk bersih-bersih. Meski begitu, jangan terlalu lama membiarkan mereka mandi untuk mencegah masuk angin ya!

Baca Juga:

Menonton TV Terbukti Menjadi Bibit Konsumerisme Bagi Anak-Anak

2. Melukis

Melukis menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. (Foto pixabay/ambush000)
Melukis menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. (Foto Pixabay/ambush000)

Melukis menjadi salah satu kegiatan yang dicintai anak-anak. Apalagi, kegiatan ini juga bisa membantu mengasah kreativitas dan perkembangan otak anak. Meski begitu, kadang PR banget bagi orangtua dan pengasuh untuk merapikan dan bersih-bersih tinta yang akan berceceran kemana-mana.

"Memindahkan kanvas lukis ke kamar mandi adalah solusi yang mengubah hidup," ucap Natasha Burton, jurnalis Healthline ketika menceritakan pengalamannya mengurus dua anak.

3. Tetap bersantai

baby bathing. (Foto pixabay/skdickerson)
Aktivitas mandi hiburan tersendiri bagi si anak. (Foto: Pixabay/skdickerson)

Mengurus bayi tidak selalu membuatmu berkata "ihh lucu banget, gemes banget, pinter banget" kepada sang anak. Kenyataannya, ada sejuta kesulitan yang harus dilalui terlepas dari kelucuan seorang bayi, dan itu bisa membuat kita stres.

Nah, mandi pun bisa menjadi jawabannya. Kamu bisa memberikan busa di bathtub bayi agar mereka bisa terhibur tanpa harus membuat onar. Di sisi lain, kamu bisa menyalakan lilin aroma terapi untuk membantu kamu rileks.

Momen mandi pun bisa dimanfaatkan untuk bonding dengan si kecil. Bagaimana, worth to try kan bun? (SHN)

Baca juga:

4 Penyakit yang Berisiko Menyerang Milenial dan Generasi Z Gaul Jakarta

#Parenting #Bayi #Balita
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Warga Solo digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki baru lahir di Kali Anyar, Mojosongo. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Seorang bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga, Sukoharjo. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/4) pukul 06.00 WIB.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Indonesia
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan Diklaim Percepat Layanan
Terkait skema pembiayaan bagi bayi yang baru lahir, saat ini memang BPJS Kesehatan sedang melakukan proses pendalaman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan  Diklaim Percepat Layanan
Indonesia
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan bayi baru lahir dari orang tua yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) otomatis menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Indonesia
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Bayi perempuan berusia dua hari itu ditinggalkan kakaknya, Zidan (12), setelah sang ibu meninggal dunia saat melahirkan
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Bagikan