Widya Purnama Menolak Pertamina Diobok-Obok Mafia Migas

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 18 Agustus 2015
Widya Purnama Menolak Pertamina Diobok-Obok Mafia Migas

Mantan Dirut PT Pertamina Widya Purnama (Ant)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Nasional-Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Widya Purnama tutup usia, Selasa, (18/8) pada pukul 05:10 WIB di RS Mount Elizabeth, Singapura. Widya meninggal dalam usia 61 tahun akibat sakit yang dideritanya.  

Widya dilahirkan di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada 26 Juli 1954. Pria yang selalu ramah kepada wartawan ini meniti kariernya di PT Indosat dari bawah sebagai karyawan biasa. Kemudian Widya dipercaya menduduki posisi manajer di Indosat di Medan. 

Setelah dari Medan, Widya ditarik ke Jakarta untuk menjabat Manager Divisi Pengembangan Strategis Indosat dan Direktur Utama PT Electronic Data Interchange (EDI) Indonesia.

Berkat kegigihannya, suami Sri Hetty Indiyah ini bisa sampai ke puncak tangga karier di Indosat. Sebelumnya, Widya tak pernah bermimpi bakal menduduki posisi direktur utama karena berkali-kali kandas saat fit and proper test. Ia mulai menduduki jabatan sebagai Dirut Indosat kurun 2002 hingga 2004. 

Sesaat setelah dilantik, ia bertekad akan transparan kepada siapapun dan tidak mau diintervensi. Setelah menjadi Dirut, penampilannya pun tak banyak berubah. Ia tetap akrab dengan semua karyawan. Ia memang berjanji janji akan berlaku adil dan membuat keteladanan bagi karyawannya.

Lulusan teknik elektro Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya ini bertekad menjadikan Indosat sebagai lembaga yang bersih dari berbagai intrik. Maka untuk itu, sebagai pemimpin, ia tidak segan-segan bertindak tegas kepada karyawan yang mencoba-coba berbuat merugikan perusahaan.

Bagi ayah dari Batara Indra, Batara Wisnu (almarhum), Annisa Purnama, dan Auliana Purnama ini bekerja itu adalah ibadah. Prinsip inilah yang menuntunnya untuk selalu berupaya berbuat yang terbaik bagi perusahaan, bangsa dan negara.

Peraih gelar Master Manajemen di Institut Teknologi Bandung ini memiliki obsesi mengorbitkan Indosat menjadi penyedia solusi telekomunikasi yang bersifat menyeluruh (Full Network and Service Provider/FNSP) berkelas dunia. Untuk itu, Widya telah dilakukan restrukturisasi bisnis Indosat, dari semula mengandalkan jasa SLI menjadi penyelenggara bisnis mobile communications, fixed communications, MIDI (Multimedia, Datacom and Internet), serta backbone network services.

Sejak Mei 2002 perusahaan publik ini bersama enam anak perusahaan, masing-masing Satelindo, Indosat Multimedia Mobile (IM3), Lintas Arta, Indosat Mega Media (IM2), Sisindosat, Indosatcom meluncurkan brand Indosat Group dan mengumumkan pendekatan bisnis yang lebih berorientasi pada kebutuhan pelanggan, yakni melalui sinergi sumber daya dan layanan serta konsolidasi.

Pada 2004, Widya ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Dalam 100 hari kepemimpinannya, Widya berjanji mewujudkan perbaikan di tubuh Pertamina jika tidak berhasil, ia akan mengundurkan diri. Ia juga berjanji akan melawan mafia minyak dan menjaga agar Pertamina tidak "diobok-obok" lagi oleh oknum tertentu serta akan menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas nomor satu di kawasan Asia Tenggara, mengalahkan Petronas, Malaysia.

Namun, belum keinginannya tercapai, pada Rabu 8 Maret 2006 dia pun digantikan oleh Ari H Soemarno, yang sebelumnya menjabat direktur pemasaran dan niaga. Karena dianggap sering berbeda kebijakan dengan Menneg BUMN. (rfd)

Baca Juga: 

Mantan Dirut Pertamina Widya Purnama Wafat

Diam-Diam Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM

Pertamina Minta BI Tinjau Aturan Wajib Pakai Rupiah

 

 

#Pertamina #Widya Purnama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Perubahan pola konsumsi itu turut menjadi perhatian Pertamina dalam mengoptimalkan penyaluran BBM
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Indonesia
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
ASCOPE juga membahas bagaimana negara-negara ASEAN dapat memastikan trading atau jual beli minyak mentah di kawasan dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
Indonesia
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Langkah tersebut merupakan upaya Pertamina untuk terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Indonesia
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Indonesia
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Pengurangan pasokan itu berkaitan dengan keterbatasan pasokan di wilayah Malang dan sekitarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Indonesia
Pertamina Minta Warga Laporkan Temuan Pelanggaran Pasokan BBM
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Pertamina Minta Warga Laporkan Temuan Pelanggaran Pasokan BBM
Indonesia
Kebijakan Ganjil Genap Urai Antrean Pembelian BBM di SPBU Bali
Penambahan stok pertalite hingga total 48 juta liter telah dilakukan sejak pengiriman pada 7 Oktober hingga pada 17 Oktober 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Kebijakan Ganjil Genap Urai Antrean Pembelian BBM di SPBU Bali
Indonesia
Pertamina Klaim Kondisi di Bali Bakal Normal, Targetkan Stok 48 Juta Liter
Dalam tiga hari terakhir, yakni 13-15 Oktober, penyaluran Pertalite ke SPBU mencapai rata-rata 3 juta liter per hari.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Pertamina Klaim Kondisi di Bali Bakal Normal, Targetkan Stok 48 Juta Liter
Berita
Aturan Ganjil Genap Pertalite di Bali, Mobil Maksimal 20 Liter dan Motor 3 Liter
Ganjil genap pembelian Pertalite di Bali berlaku 17–19 Oktober 2026. Simak jadwal pelat nomor, batas pembelian mobil dan motor, serta stok BBM.
ImanK - Sabtu, 17 Oktober 2026
Aturan Ganjil Genap Pertalite di Bali, Mobil Maksimal 20 Liter dan Motor 3 Liter
Indonesia
Pertamina Klaim Antrean di SPBU Bali Melandai, Pasokan BBM Via Darat dan Laut
Upaya percepatan terus dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Pertamina Klaim Antrean di SPBU Bali Melandai, Pasokan BBM Via Darat dan Laut
Bagikan